Waspada
Waspada » Gencatan Senjata Gagal, Armenia-Azerbaijan Kembali Saling Gempur
Internasional

Gencatan Senjata Gagal, Armenia-Azerbaijan Kembali Saling Gempur

Seorang pekerja di kota Mingachevir, Azerbaijan, berjalan melewati sebuah roket BM-30 yang gagal meledak setelah ditembakkan oleh tentara Armenia. Reuters

STEPNAKERT, Azerbaijan (Waspada): Pasukan Armenia dan Azerbaijan kembali saling serang pada Minggu (11/10/2020) malam dan Senin (12/10/2020) pagi. Pertempuran baru itu berlangsung ketika kedua pihak saling menuduh melanggar gencatan senjata yang ditengahi Rusia atas wilayah Nagorno-Karabakh.

Koresponden AFP di Kota Barda di Azerbaijan, mendengar suara tembakan menggema bersahut-sahutan pada pagi hari ini. Di kota utama Karabakh, Stepanakert, seorang fotografer AFP mendengar suara tembakan dari arah kota Hadrut.

Kementerian Pertahanan Azerbaijan menuduh pasukan Armenia tidak mematuhi perjanjian gencatan senjata yang dinegosiasikan dalam pembicaraan maraton di Moskow pekan lalu yang diawasi oleh Rusia.

“Angkatan Bersenjata Armenia, yang tidak mematuhi gencatan senjata kemanusiaan, berulang kali mencoba menyerang posisi tentara Azerbaijan,” ungkap institusi tersebut dalam satu pernyataan.

Kementerian itu mengklaim, pihaknya telah menghancurkan sejumlah besar pasukan musuh serta satu tank T-72 dan tiga peluncur roket multi Grad. Sementara, Juru Bicara Kementerian Pertahanan Armenia, Shushan Stepanyan mengatakan, Azerbaijan kini secara intensif menembaki front selatan.

Armenia juga mengklaim musuh menderita kerugian besar tenaga dan peralatan militer. Akan tetapi, negara itu tidak memberikan perincian lebih lanjut atas kerugian yang dialami Azerbaijan.

Setelah 11 jam pembicaraan antara menteri luar negeri Armenia dan Azerbaijan di Moskow, kedua negara bekas Uni Soviet itu pada Sabtu (10/10/2020) pagi menyetujui gencatan senjata kemanusiaan. Akan tetapi, gencatan senjata itu nyatanya belum berlangsung sampai sekarang.

Kedua belah pihak saling menuduh lawan melakukan penembakan intensif di daerah-daerah sipil dan meningkatkan bentrokan sengit selama dua minggu.

Pertempuran terparah antara Armenia dan Azerbaijan dalam hampir tiga dekade ini meletus di Nagorno-Karabakh, bulan lalu.

Nagorno-Karabakh adalah wilayah Azerbaijan yang berusaha memisahkan diri dan dikendalikan oleh orang-orang Armenia sejak perang pada 1990-an. Akan tetapi, pemisahan wilayah itu tidak diakui oleh negara mana pun.

Perang antara Armenia dan Azerbaijan pada 1990-an menyebabkan kematian sekitar 30.000 jiwa. Perang kala itu berakhir dengan gencatan senjata pada 1994. Namun, langkah tersebut tidak memberikan solusi jangka panjang untuk konflik kedua negara.

Sekarang, hampir 500 orang—termasuk lebih dari 60 warga sipil—tewas dalam bentrokan yang terjadi sejak bulan lalu. Data tersebut berdasarkan jumlah korban yang dihitung kedua belah pihak. (afp/m11)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2