Gelombang Kedua Corona, Beijing Batalkan Penerbangan Dan Tutup Sekolah

  • Bagikan
Seorang petugas maskapai di Bandara kota Beijing, China, menginstruksikan agar para calon penumpang pesawat menunjukkan surat hasil tes Covid-19 sebelum melakukan checkin. Beijing semakin kelabakan dengan bertambahnya kasus infeksi virus corona. AP

BEIJING, China (Waspada): Otoritas Beijing pada Rabu (17/6/2020) menutup kembali semua sekolah dan membatalkan sedikitnya 1.255 penerbangan masuk dan keluar dari ibu kota China itu setelah sempat dibuka pascapelonggaran pembatasan Covid-19 sejak 27 April lalu.

Penutupan kembali sekolah-sekolah itu bersamaan dengan pengumuman temuan 31 kasus baru infeksi virus corona di Beijing pada Rabu. Kasus-kasus baru Covid-19 yang menyebar di Beijing telah meningkatkan kekhawatiran China akan gelombang kedua wabah corona.

Otoritas Beijing pada Selasa (16/6/2020) juga mengumumkan larangan perjalanan bagi penduduk yang tinggal di daerah-daerah “berisiko menengah atau tinggi” di Beijing.

Pemerintah di kota itu juga mengharuskan penduduk di kawasan lainnya untuk menjalani tes asam nukleat sebelum meninggalkan Beijing. Sementara itu, semua sekolah diminta untuk menggelar kembali pembelajaran daring (online) pascapenutupan.

“Situasi epidemi di ibu kota (Beijing) sangat parah,” kata Juru Bicara Pemerintah Kota Beijing, Xu Hejian, dalam konferensi pers yang digelar pada Selasa. Kota Beijing sejauh ini telah melaporkan 137 kejadian infeksi baru selama enam hari terakhir. Enam di antaranya adalah kasus tanpa gejala.

Di luar Beijing, ada dua kasus infeksi domestik tambahan. Satu kasus berada di provinsi tetangga Beijing yaitu Hebei, sedangkan; satu lagi berada di Zhejiang. Sementara, ada juga tambahan 11 kasus impor yang dilaporkan pejabat kesehatan China.

Laporan surat kabar yang dikelola pemerintah setempat menyebutkan, virus corona pada klaster baru ini ditemukan di papan potong atau talenan yang digunakan pada saat memotong ikan salmon impor di Pasar Xinfadi, Beijing.

Menyusul laporan itu, sejumlah supermarket besar di kota itu pun langsung menyingkirkan ikan salmon dari rak-rak mereka pada Sabtu (13/6/2020) lalu. Pemerintah China juga telah menyetop impor ikan salmon dari negara-negara di Benua Eropa dan Amerika. (afp/ap/m11)

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *