Waspada
Waspada » Gedung Kantor Terkontaminasi Corona, CNN Filipina Hentikan Siaran
Internasional

Gedung Kantor Terkontaminasi Corona, CNN Filipina Hentikan Siaran

Kantor CNN Filipina tutup sementara akibat virus corona. CNN Filipina

MANILA, Filipina (Waspada): Sebuah stasiun televisi berita di Filipina terpaksa menghentikan siaran untuk sementara setelah kantornya terkontaminasi satu kasus virus corona. Televisi berita tersebut off-air setidaknya selama 24 jam karena pembersihan harus dilakukan terhadap gedung itu.

Seperti dilansir AFP, Rabu (18/3/2020), para pemirsa televisi berita CNN Filipina disuguhi layar kosong dengan logo merah stasiun televisi tersebut, dengan pengumuman bahwa stasiun televisi itu akan off-air selama setidaknya 24 jam sepanjang Rabu (18/3) waktu setempat.

CNN Filipina akan sementara waktu menghentikan siaran pada Rabu (18/3) setelah satu kasus COVID-19 terkonfirmasi di gedung (di Manila) tempat perusahaan ini berada,” demikian pernyataan CNN Filipina via situsnya. “Dampaknya, CNN Filipina akan off-air setidaknya selama 24 jam,” imbuh pernyataan itu.

Ditekankan oleh pihak CNN Filipina bahwa satu kasus virus corona itu bukan secara langsung muncul di kantornya, melainkan dari sebuah perusahaan lain yang berkantor di gedung yang sama. Disebutkan bahwa gedung yang menjadi lokasi kantor CNN Filipina, juga menjadi kantor beberapa perusahaan lainnya.

Setelah terkonfirmasi adanya satu kasus virus corona, maka seluruh gedung akan dibersihkan dengan disinfektan. Ditambahkan oleh pihak CNN Filipina bahwa berita akan terus disampaikan via situs dan akun media sosial mereka.

“Kami telah bersiap untuk situasi darurat ini. Selama lebih dari dua pekan, banyak kolega kami telah diisolasi dan bekerja dari rumah,” sebut CNN Filipina dalam pernyataannya.

Diketahui bahwa di tengah pandemi virus corona, beberapa saluran televisi Filipina melarang kehadiran langsung penonton dalam acara talk show, reality show, variety show dan game show mereka. Otoritas Filipina sejauh ini mengonfirmasi 187 kasus corona, dengan 14 orang meninggal dunia.

Pekan ini, otoritas Filipina memberlakukan lockdown terhadap Pulau Luzon, pulau terbesar dan paling padat di negara itu, dalam upaya membatasi penyebaran virus corona. Presiden Rodrigo Duterte memerintahkan 55 juta orang yang tinggal di Pulau Luzon untuk selalu berada di dalam rumah. (afp/And)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2