Waspada
Waspada » Gadis Kulit Hitam Ditembak Mati Oleh Polisi AS
Internasional

Gadis Kulit Hitam Ditembak Mati Oleh Polisi AS

Makiyah Bryant, remaja 16 tahun yang ditembak mati oleh polisi Colombus, Ohio, Amerika Serikat, pada Selasa (20/4/2021) waktu setempat. Heavy.com

COLOMBUS, AS (Waspada): Polisi Colombus, Ohio, Amerika Serikat, menembak seorang gadis remaja kulit hitam hingga meninggal dunia pada Selasa (20/4/2021) waktu setempat.

Dilansir Reuters, Rabu (21/4/2021), pihak berwenang dan keluarga gadis tersebut menuturkan polisi terpaksa menembak setelah mendapat laporan terkait upaya penikaman.

Setelah merilis video CCTV petugas, Kepala Kepolisian Colombus, Michael Woods, mengatakan personelnya melontarkan tembakan setelah menerima panggilan darurat 911 dari seseorang yang melaporkan percobaan penikaman.

Video menunjukkan bahwa ketika polisi tiba di sebuah rumah keadaan sudah kacau. Beberapa orang berada di halaman depan dan seorang perempuan remaja terlihat mengacungkan apa yang tampak seperti pisau sedang berupaya menyerang seorang perempuan lainnya.

Pihak berwenang menggambarkan remaja yang ditembak mati itu sebagai gadis berusia 15 tahun. Sedangkan, anggota keluarga remaja itu menyebutkan gadis tersebut bernama Makiyah Bryant berusia 16 tahun. Perempuan yang bertengkar dengan Makiyah dikabarkan merupakan bibinya, Hazel Bryant.

Seorang petugas polisi kemudian menembak remaja tersebut dan jatuh di dekat mobil yang terparkir di halaman rumah. Video memperlihatkan benda seperti pisau dapur tergeletak di trotoar dekat remaja itu tertembak dan jatuh.

Di sisi lain, kepolisian tidak merilis identitas petugas yang menembak mati remaja tersebut. Namun, Woods mengatakan sang petugas akan “di bawa keluar dari tempat kejadian” dan menunggu penyelidikan.

Woods mengatakan Biro Investigasi Kriminal Ohio (BCI) telah membuka penyelidikan atas kasus tersebut. Dia dan direktur keselamatan publik Colombus, Ned Pettus, Jr., meminta warga untuk tetap tenang menanggapi kejadian itu di saat penyelidikan berlanjut dan fakta terungkap.

Woods menuturkan kejadian yang menimpa remaja tersebut sebagai hilangnya nyawa yang “menghancurkan”

Penembakan ini terjadi bertepatan dengan keputusan pengadilan AS yang menyatakan Derek Chauvin, mantan perwira polisi Minneapolis, divonis bersalah atas pembunuhan pria kulit hitam, George Floyd.

Chauvin terancam hukuman hingga 40 tahun penjara. Chauvin didakwa atas kematian Floyd pada 25 Mei 2020 karena mencekik leher Floyd hingga sesak napas dan meninggal dunia. (reuters/m11)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2