Waspada
Waspada » Fosil Dinosaurus Terkecil Ditemukan Di Myanmar
Internasional

Fosil Dinosaurus Terkecil Ditemukan Di Myanmar

Fosil dinosaurus terkecil yang pernah ditemukan. BBC

NAYPYITAW, Myanmar (Waspada): Para ilmuwan telah menemukan dinosaurus terkecil. Spesies baru ini dinyatakan oleh salah satu anggota tim peneliti sebagai “fosil paling aneh” yang pernah dia teliti.

Seperti dilansir BBC, Minggu (15/3/2020), spesimen ini, yang ditemukan di wilayah utara Myanmar, terdiri dari tengkorak seperti burung yang terperangkap dalam damar atau getah tumbuhan berumur 99 juta tahun.

Ditulis dalam jurnal Nature yang bergengsi, para peneliti melaporkan bahwa dinosaurus ini memiliki ukuran yang sama dengan burung kolibri lebah – burung terkecil di dunia. Temuan yang menakjubkan ini dapat menjelaskan bagaimana burung kecil berevolusi dari dinosaurus – yang seringkali ukurannya lebih besar.

Dinosaurus microraptor yang mirip burung ini beratnya bisa mencapai ratusan gram, namun kolibri lebah hanya berbobot dua gram. “Hewan yang menjadi sangat kecil harus menghadapi masalah khusus, seperti bagaimana memuat semua organ sensorik dalam kepala yang sangat kecil, atau bagaimana mempertahankan panas tubuh,” kata Prof Jingmai O’Connor dari Akademi Ilmu Pengetahuan China di Beijing.

Mata hewan ini dapat menonjol keluar dari kepalanya dengan cara yang tidak terlihat hewan lainnya, sehingga membuatnya sulit dikenali dengan tepat tentang fungsi matanya. “Ini fosil paling aneh yang pernah ada, sehingga saya cukup beruntung dapat menelitinya,” kata Prof O’Connor.

Lantaran spesimen baru ini hanya ditemukan tengkoraknya, maka bagaimana memahami keterkaitannya dengan spesies burung menjadi tidak jelas. Sejumlah fitur tengkorak itu mirip dinosaurus, dan lainnya mirip burung.

Rahang dinosaurus ini memiliki jumlah gigi yang sangat besar. Ini agaknya menunjukkan bahwa, meskipun ukurannya kecil, Oculudentavis adalah predator pemakan serangga. Beberapa jaringan lunak juga terawetkan bersama tengkorak, terutama sisa-sisa lidahnya, sehingga dapat menambah wawasan baru tentang keberadaannya.

Lokasi geografis temuan fosil ini barangkali ada hubungannya dengan proses pengecilan (miniaturisation) hewan itu, kata para ilmuwan. Wilayah yang terpencil acap kali berperan pada hewan yang berevolusi sehingga ukuran tubuhnya menjadi lebih kecil. Sejumlah contoh penting terjadi di pulau-pulau terpencil. (bbc/And)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2