Waspada
Waspada » Erdogan Ingin Pulihkan Hubungan Dengan Israel, Ada Apa?
Headlines Internasional

Erdogan Ingin Pulihkan Hubungan Dengan Israel, Ada Apa?

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengungkapkan keinginannya memperbaiki hubungan dengan Israel yang lantas menimbulkan tanda tanya. Al Jazeera

ANKARA, Turki (Waspada): Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengungkapkan keinginannya memperbaiki hubungan dengan Israel.

Mengutip The Jerusalem Post, Selasa (29/12/2020), hal itu ia sampaikan pada Jumat pekan lalu dan mengundang kecurigaan.

Seorang sumber diplomatik senior Israel curiga ada sesuatu yang diincar Erdogan. “Saya tidak terlalu percaya dia jujur. Kita perlu melihat aksi,” kata sumber itu kepada Jerusalem Post.

Komentar tersebut menanggapi ucapan Erdogan yang mengatakan kepada wartawan bahwa Turki ingin membawa hubungan dengan Israel ke titik yang lebih baik.

“Jika tidak ada masalah tingkat atas (di Israel), hubungan kami bisa sangat berbeda,” kata Erdogan yang tampaknya menyalahkan PM Israel Benjamin Netanyahu atas ketegangan kedua negara.

“Kebijakan Israel ke Palestina adalah garis merah kami… Tindakan tanpa ampun (dari Israel) tidak dapat diterima,” lanjut presiden Turki yang menjabat sejak 2014 itu.

Lebih lanjut, menurutnya Erdogan tidak bisa menjalin keakraban dengan Israel sambil terus menyembunyikan Hamas. “Dia tidak bisa melakukan keduanya. Anda tidak bisa memperkuat hubungan dengan Israel dan menjadi tempat ternyaman bagi Hamas.”

Kantor Perdana Menteri dan Kementerian Luar Negeri Israel belum mengomentari pernyataan Erdogan. Turki dan Israel sempat menjalin hubungan pada 1949 dan menjadi sekutu selama puluhan tahun, tetapi hubungan itu rusak dalam beberapa tahun terakhir.

Sebelumnya, Turki dikenal menentang berbagai tindakan Israel terhadap Palestina, seperti menduduki wilayah Tepi Barat. Ia juga menyuarakan kedaulatan untuk Palestina.

Aykan Erdemir, direktur senior Program Turki di Yayasan Pertahanan Demokrasi dan mantan anggota parlemen Turki, mengatakan kepada The Jerusalem Post bahwa Erdogan telah menikmati hubungan baik dengan Presiden AS Donald Trump.

Erdemir menilai Erdogan mulai mendapatkan “manfaat” dari Trump “yang melindunginya dari tindakan yang lebih keras, termasuk sanksi yang diminta aik Partai Republik dan Demokrat di Kongres AS.”

Menurut Erdemir, presiden Turki, memiliki kekhawatiran bahwa pemerintahan Biden yang akan datang akan lebih keras kepada Turki dari pada pemerintahan Trump. Sehingga, Erdogan nampak berharap untuk mendapatkan bantuan melalui sikap diplomatik, “termasuk penjangkauan setengah hati ke Israel.”

“Erdogan juga berharap obrolan tentang pemulihan hubungan Turki-Israel juga akan mengintervensi terhadap kerja sama energi yang berkembang di Mediterania Timur, yang telah memperdalam isolasi diplomatik terhadap Ankara di kawasan itu,” katanya.

Namun menurutnya, Erdogan memiliki tantangan sulit untuk meyakinkan rekan-rekan Isarel bahwa ada substansi nyata dalam jangkauannya.” Hal itu lantaran, karena rekam jejak Erdogan yang konsisten terhadap anti-Israel dan ledakan anti-semitnya selama bertahun-tahun.

Dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa Turki dan Israel memiliki potensi besar untuk membangun hubungan win-win di bidang ekonomi, diplomatik, dan keamanan. “Tetapi, fiksasi Islamis Erdogan akan mencegah kerja sama berbasis kepercayaan,” ujarnya.

Selama Erdogan terus menawarkan Hamas pangkalan terpentingnya di luar Gaza, pejabat Israel akan tetap waspada terhadap tawaran presiden Turki.

Partai Erdogan, AKP, berulang kali menyamakan Israel dengan Nazi dan mengecam pendudukan di Tepi Barat serta perlakuan terhadap Palestina.

Beberapa bulan terakhir Turki juga mengritik Perjanjian Abraham, yang menyebabkan Israel menjalin hubungan diplomatik dengan empat negara Arab.

Turki pimpinan Erdogan memiliki hubungan dekat dengan Qatar dan negara-negara Muslim lain yang membentuk poros berbeda di Timur Tengah, dibandingkan para mitra diplomatik baru Israel yaitu Uni Emirat Arab dan Bahrain. Kedua kubu juga mendukung pihak yang berbeda di perang saudara Libya. (Jerusalem post/m11)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2