Dukung Israel, Muslim AS Menyesal Pilih Joe Biden - Waspada
banner 325x300

Dukung Israel, Muslim AS Menyesal Pilih Joe Biden

  • Bagikan
Ribuan pengunjuk rasa pendukung Palestina menyambut Presiden Joe Biden dengan sorakan saat ia berkunjung ke pabrik Ford Motor di Dearborn, Michigan, Selasa waktu setempat. AP

DEARBORN, AS (Waspada): Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden disambut demonstrasi warga saat berkunjung ke Michigan, Selasa (18/5/2021) waktu setempat.

Massa mengecam sikap pemerintah AS soal serangan Israel ke Jalur Gaza, Palestina.  Saat itu Biden berkunjungan ke pabrik Ford Motor di Dearborn untuk mempromosikan mobil listrik.

Lebih dari 1.000 orang, mayoritas warga keturunan Arab, berunjuk rasa di dekat lokasi acara seraya mengecam Biden.

“Dia seharusnya tidak mendukung mereka (Israel),” kata seorang demonstran, Dawood Ali (21), seraya mengungkapkan penyesalannya memilih Biden dalam Pilpres AS 2020.

Para orator lain juga mengungkapkan hal senada, mereka merasa ditipu Biden, diberi janji manis kemudian dikhianati.

Biden memang sudah mendesak gencatan senjata. Para pejabat AS lainnya mengatakan, pemerintah sedang mengupayakan diplomasi di balik layar untuk mengakhiri konflik.

Namun di sisi lain, AS memveto resolusi di Dewan Keamanan PBB soal serangan Israel ke Gaza. Selain itu Biden menyetujui penjualan persenjataan canggih untuk Israel, keputusan yang melukai umat Islam yang telah mendukungnya.

Beberapa politisi Partai Demokrat ingin Biden mengecam jatuhnya korban dari warga Palestina dengan jumlah yang tidak proporsional. Mereka juga mendesak pemerintah mempertimbangkan kembali pengiriman senjata ke Israel.

Sementara itu, militer Israel terus melancarkan serangan-serangan udara ke wilayah Gaza. Korban jiwa warga Palestina pun terus berjatuhan.

Seruan untuk gencatan senjata makin digencarkan, tetapi PM Benjamin Netanyahu bersumpah Israel akan melanjutkan serangannya di Gaza “selama diperlukan.”

Hal ini disampaikan Netanyahu sebelum pertemuan Dewan Keamanan PBB bubar setelah kurang dari satu jam tanpa mengeluarkan pernyataan dikarenakan blokir Amerika Serikat.

Seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (19/5/2021), Kementerian Kesehatan Gaza menyatakan, rentetan gempuran Israel yang nyaris tanpa henti telah menewaskan setidaknya 217 warga Palestina, termasuk 63 anak-anak, dan melukai lebih dari 1.400 orang hanya dalam waktu seminggu di wilayah yang dikuasai kelompok Hamas tersebut. (afp/reuters/m11)

  • Bagikan