Waspada
Waspada » Dua Polisi Hong Kong Diserang Saat Amankan Demonstrasi
Internasional

Dua Polisi Hong Kong Diserang Saat Amankan Demonstrasi

Polisi antihuru-hara bentrok dengan demonstran di Hong Kong, Minggu (19/1/2020). AP

HONG KONG, Waspada): Seorang aktivis Hong Kong yang berperan sebagai penyelenggara unjuk rasa terbaru yang berujung rusuh, ditangkap polisi setelah dua polisi diserang sejumlah demonstran.

Aktivis bernama Ventus Lau ini dituduh melanggar izin yang diberikan otoritas Hong Kong terhadap unjuk rasa tersebut.

Diumumkan Tim Dewan Sipil Hong Kong dalam pernyataannya, seperti dilansir Reuters, Senin (20/1/2020), bahwa Lau ditangkap polisi Hong Kong pada Minggu malam atas dakwaan ‘menghalangi administrasi polisi’ dan melanggar ketentuan yang ditetapkan saat izin unjuk rasa dikabulkan otoritas setempat.

Disebutkan bahwa pihak penyelenggara unjuk rasa awalnya mengajukan izin — yang biasa disebut no objection letter — untuk sebuah aksi march yang melibatkan pergerakan massa, namun polisi hanya setuju memberikan izin untuk aksi statis di sebuah taman di distrik Central, Hong Kong.

Saat jumlah demonstran yang hadir membeludak hingga ke jalanan sekitar taman, sejumlah demonstran membarikade jalanan dengan payung, traffic cone dan perabotan lainnya.

Beberapa demonstran bahkan mengambil batu paving dari trotoar. Kepolisian Hong Kong kemudian memerintahkan agar unjuk rasa dihentikan dan mulai membubarkan demonstran.

“Pada utamanya, aksi kasar para perusuh yang memicu penangguhan aksi,” kata Inspektur Senior Ng Lok-chun dari Kepolisian Hong Kong. “Pihak penyelenggara telah melanggar kesepakatan yang ditetapkan dalam no objection letter, gagal dalam membantu menjaga ketertiban dalam acara perkumpulan publik, itulah kenapa kami menangkap Lau,” imbuhnya.

Kepolisian Hong Kong menyebut dua personel liaison officers diserang demonstran dengan tongkat kayu hingga mengalami cedera kepala. Disebutkan juga bahwa sejumlah demonstran melemparkan botol air mineral ke arah polisi yang melakukan operasi pemeriksaan terhadap demonstran.

Dalam pernyataan pada Minggu, pemerintah Hong Kong ‘mengecam keras’ penyerangan polisi oleh demonstran.

Unjuk rasa terbaru di Hong Kong menyerukan reformasi pemilu dan boikot terhadap Partai Komunis China. Para demonstran memenuhi area Chater Garden, yang lokasinya tidak jauh dari gedung Dewan Legislatif Wilayah China.

Aksi awalnya berlangsung damai sebelum berujung kerusuhan. Pihak penyelenggara menyebut ada 150 ribu demonstran yang hadir, sedangkan polisi menyebut jumlahnya hanya mencapai 11.680 orang. (reuters/And)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2