Dua Pangkalan Udara Militer Myanmar Dihantam Roket - Waspada

Dua Pangkalan Udara Militer Myanmar Dihantam Roket

  • Bagikan
Tentara etnis minoritas Karen terlihat membakar sebuah pos penjagaan militer Myanmar yang terletak di dekat perbatasan dengan Thailand. Dua pangkalan udara Myanmar dilaporkan menjadi target penyerangan kelompok tidak dikenal pada Kamis (29/4/2021). Salah satu pangkalan udara itu bahkan dilaporkan dihantam roket. Reuters

YANGON, Myanmar (Waspada): Dua pangkalan udara Myanmar dilaporkan menjadi target penyerangan kelompok tidak dikenal pada Kamis (29/4/2021). Salah satu pangkalan udara itu bahkan dilaporkan dihantam roket.

Saksi mata melaporkan ledakan terdengar di salah satu pangkalan udara dan tembakan roket terlihat menerjang pangkalan udara lainnya. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu. Junta militer juga belum berkomentar terkait laporan serangan tersebut.

Sementara Reuters masih mencari konfirmasi, media lokal Myanmar, Delta, melaporkan tiga ledakan terdengar di sebuah pangkalan udara di dekat pusat Kota Magway pada Kamis dini hari.

Sementara itu, jurnalis Delta, Than Win Hlaing, mengatakan lima roket turut ditembakkan ke salah satu pangkalan udara utama Myanmar di Meiktila, timur laut Magway.

Win Hlaing juga mengunggah video yang memperdengarkan suara roket terbang di langit, diikuti dengan suara ledakan. Serangan ini terjadi beberapa hari setelah milisi etnis Karen, Serikat Nasional Karen (KNU), menduduki pos keamanan di perbatasan dekat Thailand.

Junta militer dilaporkan melancarkan serangan udara untuk membalas gempuran KNU. Menurut laporan pejabat Thailand, junta membalas serangan KNU itu dengan melancarkan gempuran udara di daerah kekuasaan KNU pada Rabu.

Gubernur Provinsi Mae Hong Son di Thailand, Sitchichai Jindaluang, mengatakan suara tembakan dan ledakan bom terdengar di dekat pangkalan militer Dar Gwin, Myanmar, sekitar pukul 09.00.

Sekitar siang hari, kata Jindaluang, dua pesawat militer Myanmar “melancarkan serangan udara dan melepaskan tembakan dari udara” diikuti tembakan roket dari helikopter. Jindaluang mengatakan bahwa akibat serangan ini, setidaknya 68 warga sipil Myanmar mengungsi ke Thailand pada Kamis pagi.

Serangan ini berlangsung tiga bulan sejak kudeta militer berlangsung pada 1 Februari lalu. Setelah kudeta itu, sejumlah kelompok milisi memang menyatakan mendukung pemberontakan rakyat sipil terhadap junta militer dari wilayah pedalaman perbatasan. (reuters/m11)

  • Bagikan