Waspada
Waspada » Dua Orang Terkaya Dunia Bertengkar Gara-gara Satelit
Internasional

Dua Orang Terkaya Dunia Bertengkar Gara-gara Satelit

Dua orang terkaya dunia Elon Musk dan Jeff Bezos bersaing ketat mendapatkan izin satelit ke regulator Amerika Serikat. Net

NEW YORK, AS (Waspada): Dua orang paling kaya di dunia Elon Musk dan Jeff Bezos bersaing ketat mendapatkan izin satelit ke regulator Amerika Serikat, seperti dilansir Blommberg, Rabu (27/1/2021).

Perusahaan Musk, SpaceX, meminta izin kepada Komisi Komunikasi Federal (FCC) untuk mengoperasikan satelit komunikasi Starlink di orbit lebih rendah dari yang direncanakan semula.

Sementara itu Jeff Bezos menilai langkah tersebut berisiko mengganggu bahkan berpotensi tabrakan dengan satelit Kuiper yang direncanakan perusahaannya. Kuiper dan Starlink punya peran yang sama memancarkan layanan internet dari luar angkasa.

“Perubahan yang diusulkan SpaceX akan mengganggu persaingan antara sistem satelit. Ini jelas kepentingan SpaceX untuk membungkam persaingan, jika mereka bisa, tapi tentu saja ini bukan untuk kepentingan publik,” demikian cuitan Amazon, Selasa (26/1/2021), seperti dikutip dari Bloomberg.

Pernyataan itu dibalas oleh Musk di Twitter, sebagaimana dilaporkan CNBC. Menurut dia, perubahan orbit Starlink bukan untuk mengganggu satelit Jeff Bezos.

Perusahaan Space Exploration Technologies milik Musk telah meluncurkan lebih dari 1.000 satelit untuk layanan internet Starlink dan telah membuka pendaftaran bagi pelanggan di AS, Inggris, dan Kanada.

Tahun lalu Amazon mendapatkan izin FCC untuk 3.236 satelit, namun belum meluncurkan satu satelit pun. Perusahaan itu sebelumnya juga mendesak FCC untuk menolak permintaan SpaceX mengenai pemilihan orbit lebih rendah.

Perubahan itu akan menempatkan satelit SpaceX di tengah-tengah orbit Sistem Kuiper. Namun SpaceX menolak seruan itu dengan menyatakan perubahan orbit tidak akan mengganggu rencana Amazon yang ‘masih baru lahir’.

Orbit lebih rendah memungkinkan layanan internet lebih cepat karena sinyalnya tidak terlalu jauh ke Bumi.

Alasan SpaceX untuk mengubah orbit, sebagaimana disampaikan kepada FCC, yakni posisi yang lebih dekat ke Bumi mengurangi risiko menjadi sampah antariksa karena satelit akan jatuh lebih cepat daripada pesawat luar angkasa yang terbang lebih tinggi.

SpaceX berencana mengoperasikan sekitar 12.000 satelit, sebanyak 4.400 di antaranya sudah mendapatkan izin FCC, termasuk 1.584 yang ditempatkan di ketinggian 550 kilometer.

Perusahaan juga mengajukan izin untuk memasang 2.824 satelit lain pada perkiraan ketinggian yang sama, bukan dua kali lebih tinggi dari yang diusulkan semula. (Bloomberg/m11)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2