Waspada
Waspada » Drone Di Israel Sebar Paket Ganja Gratis
Internasional

Drone Di Israel Sebar Paket Ganja Gratis

Sejumlah orang di Tel Aviv, Israel, mengambil paketan ganja yang dijatuhkan dari sebuah drone pada Kamis (3/9/2020) waktu setempat. New York Post

TEL AVIV, Israel (Waspada): Warga kota Tel Aviv dikejutkan dengan paket berisi ganja yang jatuh dari langit pada Kamis (3/9/2020) waktu setempat. Paket tersebut diduga kuat terkait dukungan legalisasi ganja sebagai obat.

Polisi telah menangkap dua pria yang mengoperasikan drone terbang di atas Rabin Square, sebuah tempat yang sering digunakan untuk unjuk rasa dan demonstrasi politik.

Pria yag ditangkap diketahui anggota kelompok pro-legalisasi Green Drone yang berjanji memberi ganja gratis dari udara untuk mendukung legalisasi tanaman tersebut sebagai obat.

“Apakah itu burung? Apakah itu pesawat? Bukan, Green Drone memberikan Anda ganja gratis dari langit,” kata seorang warga Tel Aviv dikutip dari Reuters, Jumat (4/9/2020).

Media lokal, Maariv merilis beberapa foto drone yang menjatuhkan paket ganja kemudian para pejalan kaki memungut sebagian paketnya sebelum polisi datang.

Pemerintah Israel mengizinkan pemakaian ganja sebagai obat, namun memanfaatkannya untuk hiburan dapat dikenakan pasal penyalahgunaan obat.

Parlemen Israel semakin dekat mengesahkan legalisasi ganja sebagai undang-undang (UU) negara setelah mayoritas anggota mendukung rancangan UU tersebut.

Rapat Pleno Knesset, Parlemen Israel, pada Rabu (24/6/2020) kemarin waktu setempat meloloskan dua RUU Legalisasi Ganja.

RUU yang diajukan anggota Fraksi Likud MK, Sharren Haskel, unggul 61 suara berbanding 11 suara dalam voting yang dilakukan. Sedangkan RUU serupa yang diusulkan wakil Fraksi Blue and White MK, Ram Shefa, didukung 53 anggota berbanding 12 menolak.

Dalam RUU Legalisasi Ganja Israel tercantum kepemilikan 50 gram atau sampai dua tanaman ganja di tempat pribadi untuk penggunaan personal (tumbuh di bawah cahaya alami) tidak termasuk dalam tindak pidana.

Sedangkan bagi yang memiliki ganja dari jumlah tersebut akan diancam denda besar, dan menggunakan ganja di depan publik masih dianggal tindakan ilegal.

Aturan lainnya yaitu penggunaan ganja secara pribadi hanya dibolehkan bagi mereka yang sudah berusia 21 tahun, dengan pengecualian bagi mereka yang bekerja di posisi penjaga keamanan.

Selain itu, penggunaan ganja saat mengemudi dilarang, serta pemerintah akan mengalokasikan dana khusus bagi sekolah-sekolah untuk mengedukasi siswa mengenai bahaya penggunaan ganja dan mencegah mereka dari kecanduan. (reuters/m11)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2