DPR AS Percepat Proses Pemakzulan Trump - Waspada

DPR AS Percepat Proses Pemakzulan Trump

  • Bagikan
DPR Amerika Serikat mendorong kabinet serta wakil presiden untuk mempercepat proses pemakzulan Presiden Donald Trump atas alasan ancaman terhadap demokrasi. AP

WASHINGTON, AS (Waspada): DPR Amerika Serikat mendorong kabinet serta wakil presiden untuk mempercepat proses pemakzulan Presiden Donald Trump atas alasan ancaman terhadap demokrasi.

Dilansir kantor berita Associated Press, Selasa (12/1/2021), Trump akan menghadapi dakwaan ‘provokasi melawan otoritas sipil’ usai serangan mematikan para pendukungnya di Gedung Capitol Hill pada Rabu pekan lalu.

DPR AS akan mulai menjalankan debat terkait resolusi pemakzulan Trump pada Rabu waktu AS.

Di saat yang bersamaan, FBI memperingatkan potensi terjadinya demonstrasi bersenjata yang akan dilakukan para pendukung loyal Trump di Washington pada hari pelantikan presiden terpilih Joe Biden sebagai presiden 20 januari mendatang.

Menanggapi ini, Biden mengatakan dia tidak takut mengambil sumpah jabatannya di Gedung Capitol. “Saya tidak takut mengambil sumpah outdoor (di West Front Capitol), dan kami telah diberi pengarahan,” kata Biden kepada wartawan setelah menerima dosis kedua dari vaksin Pfizer/BioNTech di depan kamera pada Senin (11/1/2021) melansir CNN.

“Saya pikir sangat penting bahwa ada fokus yang nyata dan serius untuk menahan orang-orang yang terlibat dalam penghasutan dan mengancam nyawa orang, merusak properti publik, menyebabkan kerusakan besar, bahwa mereka dimintai pertanggungjawaban,” lanjutnya.

Trump siap tanggung jawab

Sementara itu, Trump, mengakui dirinya memikul ‘sejumlah tanggung jawab’ atas kerusuhan di Gedung Capitol pekan lalu.

Hal itu diungkapkan dua sumber yang memahami pernyataan Ketua Minoritas DPR AS, Kevin McCarthy, kepada para anggota parlemen dari Partai Republik pada Senin waktu setempat.

Menurut dua sumber itu, McCarthy yang meyakini Trump bertanggung jawab atas kerusuhan tersebut, telah membagikan informasi detail soal percakapan telepon antara dirinya dengan Trump.

Informasi itu disampaikan McCarthy kepada politikus Partai Republik yang terbelah usai rusuh di Gedung Capitol AS.

“Saya telah sangat jelas kepada presiden. Dia memikul tanggung jawab atas perkataan dan tindakannya,” tutur McCarthy kepada sesama anggota parlemen dari Partai Republik, seperti dikutip salah satu sumber.

“Saya bertanya secara pribadi kepadanya hari ini, apakah dia bertanggung jawab atas apa yang terjadi, apakah dia merasa buruk atas apa yang terjadi. Dia mengatakan kepada saya bahwa dia memiliki sejumlah tanggung jawab atas apa yang terjadi,” ungkap McCarthy merujuk pada Trump.

Di dalam gedung yang menjadi kantor parlemen AS itu, para pendukung Trump memicu kerusuhan dan mengacak-acak kantor-kantor di dalamnya.

Akibat penyerbuan itu, para anggota parlemen terpaksa dievakuasi dan bersembunyi di tempat aman. Sedikitnya lima orang, termasuk satu polisi, tewas dalam kerusuhan tersebut. (ap/cnn/m11)

 

  • Bagikan