Dimakamkan Di Sebelah Ibunya, Ribuan Orang Iringi Pemakaman George Floyd

  • Bagikan
Kereta kuda membawa peti mati berlapis emas yang berisikan jenazah George Floyd menuju pemakaman Houston Memorial Gardens di Houston, Texas, AS, Selasa (9/6/2020) waktu setempat. Reuters

HOUSTON, AS (Waspada): Ribuan orang menghadiri pemakaman George Floyd di Houston, Texas, Amerika Serikat (AS), pada Selasa (9/6/2020) waktu setempat. Ia dimakamkan di sebelah pusara ibunya yang telah meninggal lebih dahulu pada 2018 lalu.

Para pelayat memberikan penghormatan terakhir pada jenazah pria yang jadi ikon perlawanan rasialisme global itu. Tampak banyak simpatisan Floyd yang mendekati peti mati yang terbuka untuk mengucapkan selamat tinggal terakhir.

Sementara yang lain berlutut atau menundukkan kepala sembari berdoa untuk pria yang telah menjadi lambang terbaru Amerika dalam perlawanan atas ketidakadilan rasial.

Para pelayat menunggu dengan sabar di tengah cuaca panas Texas, sembari mengenakan masker untuk menghindari penularan virus Corona. “Ini membawa kita bersama sebagai sebuah negara,” kata salah seorang pelayat Kevin Sherrod (41), yang datang dengan ditemani oleh istri dan anaknya.

“Berada di sini bersama anak-anakku sangat berarti,” ujar Sherrod menambahkan. “Ini adalah masa dalam sejarah dan mereka akan ingat bahwa mereka adalah bagian darinya.”

Ribuan orang menghadiri pemakaman George Floyd di kampung halamannya di Houston, Texas, Selasa (9/6/2020) waktu setempat. Reuters

Calon presiden Demokrat Joe Biden terbang ke Houston pada hari Senin (8/6) untuk pertemuan pribadi dengan keluarga Floyd. Ia turut menyampaikan pesan melalui panggilan video: “Ketika ada keadilan untuk George Floyd, kita akan benar-benar menuju keadilan ras di Amerika.”

Adapun Al Green, anggota Kongres AS, mencetus: “George Floyd tidak untuk dihabisi itulah mengapa kami di sini. Kejahatannya adalah dia dilahirkan berkulit hitam.”

Pegiat hak sipil AS, Pendeta Al Sharpton berkata: “Tuhan mengambil batu yang dibuang dan membuatnya sebagai batu penjuru dari gerakan yang akan mengubah seluruh dunia ini.” Kebaktian pemakaman Floyd di Houston berlangsung tertutup namun disiarkan secara langsung melalui internet.

Kebaktian pemakamannya diwarnai pesan dari berbagai kalangan yang menuntut keadilan ras. Salah satu keponakan Floyd, Brooke Williams, mendesak perubahan dalam sistem hukum yang, menurutnya, dirancang untuk merugikan orang-orang berkulit hitam.

Ribuan orang menghadiri pemakaman George Floyd di kampung halamannya di Houston, Texas, Selasa (9/6/2020) waktu setempat. Reuters

“Mengapa sistem ini korup dan rusak?” tanyanya. “Hukum telah ditempatkan agar sistem bagi orang-orang Afrika-Amerika gagal. Untuk itu hukum ini harus diubah. Mohon, jangan ada lagi kejahatan berlandaskan kebencian! Seseorang berkata ‘Buat Amerika Hebat Lagi’ namun kapan Amerika pernah hebat?”

Sementara itu, pertunjukan enam jam di The Fountain of Praise Church — yang menurut panitia dihadiri lebih dari 6.000 orang — adalah tahap terakhir dari serangkaian upacara penghormatan kepada Floyd.

Semasa hidupnya, Floyd dikenal sebagai ‘raksasa berhati lembut’ meskipun memiliki beberapa catatan kriminal. Dengan tubuh setinggi 1,93 meter, Floyd dikenal teman-teman dan keluarga sebagai “raksasa berhati lembut,” seorang rapper dan atlet yang pernah bermasalah dengan hukum dan punya masalah kecanduan, tetapi selalu menginginkan yang terbaik untuk anaknya.

Ibunya, yang disebut-sebut Floyd saat dirinya sekarat pada 25 Mei di Minneapolis, pindah ke Houston tak lama setelah Floyd dilahirkan pada tahun 1973 di North Carolina. (afp/bbc/m11)

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *