Dianggap Sebabkan Krisis, Media Inggris Kritik Keras Pangeran Harry - Waspada

Dianggap Sebabkan Krisis, Media Inggris Kritik Keras Pangeran Harry

  • Bagikan
Pangeran Harry dan istrinya, Meghan Markle. Daily Mail

LONDON, Inggris (Waspada): Pangeran Harry dan Meghan Markle menghadapi kritik baru setelah pertemuan darurat anggota keluarga Kerajaan Inggris untuk membahas pengumuman mengejutkan mereka. Harry dan Meghan secara tiba-tiba memutuskan mundur dari tugas-tugas kerajaan.

Surat kabar Inggris membabat pemberitaan soal pertemuan pada Selasa (14/1/2020), di mana Ratu Elizabeth II sepakat mengizinkan pasangan bergelar Duke dan Duchess of Sussex untuk membagi waktu mereka antara Kanada dan Inggris sampai sebuah solusi ditemukan.

“Itu berarti hanya satu hal -Harry dan Meghan telah menang!” kata komentator kerajaan, Philip Dampier, dalam pemberitaan di surat kabar Daily Express. “Mereka secara metaforis menodongkan pistol ke kepalanya (Ratu) dan dia (Ratu) menyerah,” tambahnya.

Dalam editorialnya, tabloid The Sun menulis, “Ratu kita menyerah pada permintaan Harry dan Meghan yang egois, mungkin membuktikan kesalahan terbesar pada masa pemerintahannya. Pasangan ini hanya menaikkan standar atas hak yang angkuh dan sombong.”

Sementara surat kabar The Daily Mirror menyebut, “Kerajaan menunjukkan ketidakegoisan yang sayangnya kurang baik dari cara Harry dan Meghan memperlakukannya dengan tidak sopan.” Sementara The Daily Telegraph menyebut keputusan itu: “Perpisahan tidak mengenakan dari Ratu.”

Keputusan akhir tentang masa depan pasangan akan dikeluarkan dalam beberapa hari mendatang. Pekan lalu, Duke dan Duchess of Sussex, sebagaimana mereka secara resmi dikenal, secara sepihak mengumumkan mereka mundur sebagai bangsawan senior dan menginginkan kebebasan finansial dari monarki.

Pasangan itu mengisyaratkan dalam beberapa bulan terakhir pada ketidakbahagiaan mereka tentang kehidupan di mata publik dan Perdana Menteri Boris Johnson mengatakan dia memahami keprihatinan mereka.

“Saya penggemar berat ratu dan keluarga kerajaan sebagai aset fantastis bagi negara kami,” katanya, kepada televisi BBC. “Saya benar-benar yakin bahwa mereka akan menyelesaikan masalah ini,” tambahnya. (bs/bbc/And)

  • Bagikan