Di-banned FB Dan Twitter, Trump Bikin Medsos Sendiri - Waspada

Di-banned FB Dan Twitter, Trump Bikin Medsos Sendiri

  • Bagikan
U.S. President Donald Trump smiles while delivering a State of the Union address to a joint session of Congress at the U.S. Capitol in Washington, D.C., U.S., on Tuesday, Jan. 30, 2018. Trump sought to connect his presidency to the nation's prosperity in his first State of the Union address, arguing that the U.S. has arrived at a "new American moment" of wealth and opportunity. Photographer: Win McNamee/Pool via Bloomberg

WASHINGTON, AS (Waspada): Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Selasa (4/5/2021) waktu setempat meluncurkan sebuah laman di situs webnya, donaldjtrump.com

Laman tersebut mirip media sosial dimana Trump dapat mengunggah pesan dan dapat dibagikan oleh orang lain ke Twitter dan Facebook, dua platform media social yang masih melarangnya.

Laman di situs web Donald Trump tersebut dianggap dapat “mengakali” upaya pemblokiran Trump di Facebook dan Twitter. Ruang di situs donaldjtrump.com tersebut dinamakan Dari Meja Donald J Trump.

Langkah tersebut diambil sehari sebelum keputusan dari dewan pengawas Facebook, di mana mereka mempertimbangkan apakah tetap menangguhkan Trump di platform tersebut.

Trump dilarang dari banyak platform media sosial setelah penyerbuan Gedung Capitol pada 6 Januari oleh para pendukungnya. Penasihat senior Trump, Jason Miller, menulis di Twitter bahwa kumpulan unggahan di laman tersebut bukanlah platform media sosial yang direncanakan Trump untuk diluncurkan.

“Kami akan mendapatkan informasi tambahan tentang hal itu dalam waktu dekat,” tulisnya di Twitter sebagaimana dilansir Al Jazeera, Rabu (5/5/2021). Sebuah sumber yang mengetahui masalah tersebut mengatakan bahwa laman di situs itu dibangun oleh Campaign Nucleus.

Campaign Nucleus merupakan perusahaan layanan digital yang dibuat oleh mantan manajer kampanye Trump, Brad Parscale. Unggahan di laman situs tersebut mengulangi klaim palsu Trump bahwa dia kalah dalam pemilu AS karena kecurangan.

Di laman tersebut, Trump juga merendahkan koleganya dari Partai Republik yang telah mengkritiknya seperti Senator Mitt Romney dan Anggota DPR AS Liz Cheney.

Twitter dan Facebook sama-sama telah menghapus konten yang diunggah dari akun lain yang mereka katakan berusaha “mengakali” larangan mereka terhadap Trump.

Kedua perusahaan itu tidak segera menanggapi permintaan komentar tentang bagaimana mereka akan memperlakukan unggahan yang dibagikan dari laman From the Desk of Donald J Trump.

Twitter, yang kerap digunakan Trump dan memiliki 88 juta pengikut, mengatakan larangannya bersifat permanen, bahkan jika dia mencalonkan diri lagi. Sedangkan YouTube mengatakan, akan memulihkan saluran Trump ketika risiko kekerasan telah dianggap menurun. (al Jazeera/m11)

  • Bagikan