Waspada
Waspada » Demonstrasi George Floyd Semakin Brutal, 1 Tewas
Internasional

Demonstrasi George Floyd Semakin Brutal, 1 Tewas

Polisi antihuru-hara menangkap seorang demonstran di Taman Lafayette yang terletak di dekat Gedung Putih, Washington. Reuters

NEW YORK, AS (Waspada): Demonstrasi yang memprotes kematian George Floyd semakin tak terkendali dan menelan korban jiwa. Hingga Senin (1/6/2020) malam waktu setempat, seorang warga sipil dilaporkan tewas.

Seorang pria di Louisville, Negara Bagian Kentucky, dilaporkan tewas di tengah aksi unjuk rasa yang berlangsung di kota itu, Senin (1/6/2020) pagi. Korban meregang nyawa setelah ditembak aparat kepolisian yang mengamankan demonstrasi.

Surat kabar The Lexington Herald-Leader melaporkan, dua petugas yang menembakkan senjata selama mengawal aksi unjuk rasa di Louisville itu telah dibebastugaskan. Sementara, dua tentara AS yang menembakkan senjata mereka dalam aksi itu juga telah ditarik dari jabatannya oleh Gubernur Kentucky, Andy Beshear.

Adapun pria yang terbunuh dalam aksi protes di Louisville itu bernama David McAtee. Dia adalah pemilik restoran BBQ Shack Yaya. Pada saat kejadian, korban tidak dalam posisi melawan petugas ataupun terlibat dalam aksi massa.

Sementara itu di New York sebuah mobil menyeruduk kerumunan polisi yang sedang mengamankan demonstrasi pada Senin (1/6/2020) malam. Setidaknya dua polisi menderita luka dalam insiden itu.

Video yang diunggah ke media sosial oleh warga memperlihatkan, barisan polisi yang dikawal menggunakan kendaraan lapis baja bergegas menuju seorang pria yang sedang diwawancarai oleh stasiun televisi di area unjuk rasa sekitar pukul 21.30.

Di saat bersamaan tampak sekelompok polisi berlarian yang ternyata mereka berusaha menghindari mobil SUV yang mencoba menabrak. Setidaknya satu petugas masuk ke kolong kendaraan. SUV terus melaju di antara banyak kendaraan lapis baja dan diiringi suara tembakan.

Para petugas yang ditabrak dilarikan ke rumah sakit daerah Erie. Seorang petugas Kepolisian Negara Bagian New York menderita luka serius, namun tidak mengancam jiwa. Petugas lainnya yang terluka merupakan anggota Departemen Kepolisian Buffalo.

Pemimpin Erie County Mark Poloncarz dalam cuitannya, seperti dikutip dari Associated Press, Selasa (2/6/2020), mengatakan, dua orang telah ditahan dalam insiden ini, yakni sopir dan penumpang SUV.

Sementara itu Juru bicara Departemen Kepolisian Buffalo Michael DeGeorge mengatakan, dua orang mengalami luka tembak dalam unjuk rasa yang berlangsung Senin. Tidak diketahui apakah sumber tembakan berasal dari polisi atau sipil. Mereka dirawat di rumah sakit yang sama dengan petugas yang terluka.

Unjuk rasa memprotes tewasnya pria kulit hitam George Floyd di Buffalo berlangsung rusuh. Banyak toko di daerah itu yang dijarah. Nomor darurat 911 juga terus berdering melaporkan kejadian mencekam. (ap/afp/,11)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2