Demo Anti-Putin Di Rusia Ricuh, Ribuan Pendukung Oposisi Ditahan - Waspada

Demo Anti-Putin Di Rusia Ricuh, Ribuan Pendukung Oposisi Ditahan

  • Bagikan
Ribuan demonstran ditangkap dalam unjuk rasa anti Presiden Vladimir Putin yang berakhir dengan bentrokan melawan polisi di berbagai kota di Rusia pada Sabtu waktu setempat. AP

MOSKOW, Rusia (Waspada): Polisi Rusia bentrok dengan pengunjuk rasa di Moskow dan menangkap setidaknya 3.000 demonstran. Demo ini mengecam pemerintah Vladimir Putin dan menuntut pembebasan pemimpin oposisi Alexie Navalny.

Dilansir AFP, Minggu (24/1/2021) pemantau OVD-Info melaporkan bahwa polisi Rusia menangkap setidaknya lebih dai 3.000 demonstran pada protes yang diadakan di puluhan kota, 795 penangkapan dilakukan di ibu kota Moskow.

                                             

Puluhan ribu pendukung melakukan unjuk rasa di seluruh Rusia setelah Navalny ditahan di bandara Moskow pada saat kedatangan dari Jerman, di mana dia telah pulih dari keracunan yang hampir mematikan.

Para pengunjuk rasa membanjiri lapangan Pushkin di pusat kota Moskow dan jalan-jalan di sekitarnya. Mereka melempari polisi anti huru hara yang bersenjata lengkap dengan bola salju.

Ribuan demonstran ditangkap dalam unjuk rasa anti Presiden Vladimir Putin yang berakhir dengan bentrokan melawan polisi di berbagai kota di Rusia pada Sabtu waktu setempat. AP

Massa kemudian ditahan dengan jumlah besar dan dipukul mundur oleh aparat yang memegang tongkat. Para pengunjuk rasa juga tumpah ke jalan raya utama ibu kota Rusia, Jalan Tverskaya, dan berbaris menuju Kremlin sebelum bubar ke seluruh pusat kota.

Para pengunjuk rasa pada satu titik berkumpul di tangga sirkus Moskow, menerangi kerumunan dengan ratusan lampu ponsel dan melemparkan bola salju ke mobil polisi.

“Penjahat berseragam melindungi para penjahat di pucuk pimpinan,” kata Vera Spivakova, seorang pensiunan berusia 71 tahun, kepada AFP di Moskow. “Putin dan kaum oligarki takut kehilangan palung mereka,” katanya.

Di antara orang yang ditahan di ibu kota adalah istri Navalny Yulia Navalnaya – yang kemudian dibebaskan – dan aktivis terkemuka Lyubov Sobol. Beberapa rekan Navalny didenda dan dipenjara pada malam protes.

“Betapa senangnya kamu ada di sini!” Yulia Navalnaya menulis di Instagram sebelum dimasukkan ke mobil polisi.

Navalny merupakan pengritik keras Putin. Ia sempat koma dan dirawat di Jerman karena diracun menggunakan Novichok.  Pria 44 tahun itu di tangkap oleh otoritas Rusia pada Senin pekan lalu di bandara Moskow tak lama setelah dia mendarat dalam penerbangan dari Berlin, Jerman.

Ribuan demonstran ditangkap dalam unjuk rasa anti Presiden Vladimir Putin yang berakhir dengan bentrokan melawan polisi di berbagai kota di Rusia pada Sabtu waktu setempat. AP

Juru bicara Navalny, Kira Yarmysh mengonfirmasi bahwa Navalnya telah ditahan. “Alexei dibawa pergi oleh petugas polisi di perbatasan. Tanpa penjelasan yang diberikan,” demikian disampaikannya dalam cuitan di Twitter.

Sebelumnya, seperti dilansir Reuters, Kamis (14/1/2021), keputusan untuk pulang ke Rusia ini diumumkan Navalny pada Rabu (13/1). Hal ini dinilai mengisyaratkan niat Navalny untuk melanjutkan perjuangan politik melawan Presiden Vladimir Putin.

Di sisi lain, kepulangan Navalny akan memicu dilema bagi otoritas Rusia soal bagaimana menangani salah satu pengkritik Putin yang paling menonjol ini.

Pada Desember 2020 lalu, Dinas Penjara Federal Rusia (FSIN) memberikan ultimatum terakhir untuk Navalny yang isinya menyerukan Navalny untuk kembali pulang ke Rusia paling lambat 29 Desember waktu setempat dan melapor ke kantor FSIN di Moskow, atau dipenjara jika kembali setelah batas waktu itu. (afp/m11)

 

  • Bagikan