Covid-19 Telah Menewaskan 3.000 Orang Di AS

  • Bagikan
Kapal Rumah Sakit USNS Comfort bersiap untuk merapat di pelabuhan New York guna membantu penanganan medis bagi pasien yang terjangkit virus corona. AP

WASHINGTON, AS (Waspada): Jumlah korban tewas akibat virus corona di Amerika Serikat (AS) pada Selasa (31/3/2020) sebanyak 3.173 orang. Data itu dikutip dari Worldometers.

Sementara untuk jumlah kasusnya, Worldometers mencantumkan angka 164.359, tertinggi di dunia melebihi Italia, China, dan Spanyol. Presiden Donald Trump dikritik oleh pemerintah federal karena penanganan yang lambat terhadap pandemi yang menyebar cepat.

Beberapa rumah sakit di beberapa wilayah, seperti New York, sampai kekurangan alat pelindung diri (APD), masker dan respirator, untuk pasien. Pada Minggu (29/3/2020), Trump memutuskan untuk memperpanjang aturan social distancing sampai akhir April.

Para ilmuwan ternama mendesaknya menerapkan kebijakan tersebut lantaran semakin meningkatnya kasus virus corona di AS. Presiden 73 tahun itu juga mengatakan, tingkat kematian akibat Covid-19 di AS kemungkinan akan mencapai puncaknya saat Paskah yang berjarak dua pekan ke depan. “Paskah seharusnya menjadi puncaknya,” kata Trump tentang hari besar umat Kristen yang jatuh pada 12 April tersebut.

“Pemodelan memperkirakan bahwa puncak dalam tingkat kematian kemungkinan akan tercapai dalam dua minggu. Setelah dua minggu seharusnya mulai turun, dan semoga sangat banyak dari titik itu,” ujar Trump.

Sementara itu, pejabat kesehatan AS, Anthony Fauci, menerangkan, korban meninggal virus corona bisa mencapai 200.000 orang jika mitigasi yang mereka lakukan tak berhasil.

Direktur Institut Alergi dan Penyakit Menular Nasional itu menyatakannya dalam wawancara dengan CNN, seperti dilansir Reuters, Minggu (29/3/2020). Namun, dalam konferensi pers di Rose Garden, Anthony Fauci berusaha mengendalikan situasi dengan menyatakan bahwa jumlah itu didapat berdasarkan simulasi.

Dia menjelaskan, 100.000-200.000 orang bakal meninggal karena virus corona adalah skenario terburuk jika masyarakat tak mengikuti anjuran pemerintah. (afp/And)

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *