Waspada
Waspada » Corona Memburuk, Faskes Vietnam Di Ambang Kolaps
Internasional

Corona Memburuk, Faskes Vietnam Di Ambang Kolaps

Petugas kesehatan mengawasi sebuah restoran di Hanoi, Vietnam, di tengah gelombang baru virus corona. Getty Images

HO CHI MINH CITY, Vietnam (Waspada): Kota terbesar di Vietnam, Ho Chi Minh City, fasilitas kesehatannya di ambang kolaps akibat wabah Covid-19 yang memburuk.

“Ho Chi Minh City dan wilayah ekonomi utama di selatan mengalami epidemi yang sangat rumit,” kata Perdana Menteri Vietnam Pham Minh Chink dalam pertemuan darurat online dikutip dari Nikkei Asia, Minggu.

Pertemuan itu diadakan ketika Covid-19 di Vietnam mengalami lonjakan kasus baru sebanyak 3.379 secara nasional pada Kamis. Baca juga: Covid-19 Memburuk di Vietnam, Kota Besar Berpenduduk 9 Juta Orang Lockdown Di Ho Chi Minh City sendiri 2.691 kasus terdeteksi hari itu.

Provinsi Binh Duong yang berdekatan melaporkan 122 kasus, sementara Dong Nai 132. Menteri Kesehatan Vietnam Nguyen Thanh Long pada pertemuan itu mengatakan, gelombang virus corona di Vietnam, sekarang membuat total kasus jadi 34.582 angka kematian mencapai 100 orang.

Selama pekan ini saja, Covid-19 Vietnam mencatat 8.187 kasus baru. Vietnam Selatan menjadi wilayah dengan dampak terparah dengan Ho Chi Minh City yang terbanyak, ada 6.338 kasus.

Lonjakan itu terjadi saat Vietnam berusaha mempercepat vaksinasinya. Sekitar 4 persen dari total 100 juta penduduk sudah disuntik setidaknya satu dosis vaksin Covid-19. Angka itu membuat Vietnam menempati bagian bawah daftar progres vaksinasi di ASEAN.

Kasus Covid-19 banyak ditemukan di pasar grosir dan kawasan industri, serta daerah pemukiman padat penduduk di Ho Chi Minh City.

Hua Quoc Hung, kepala Otoritas Zona Ekspor dan Pemrosesan Ho Chi Minh City (HEPZA), yang mengelola 14 taman ekspor industri, pada Jumat mengatakan, 1.837 kasus Covid-19 terdeteksi di fasilitas tersebut sejak 27 April.

Taman-taman utama yang dikelola HEPZA, termasuk Quang Trung Software City dan Saigon Hi-Tech Park, sangat waspada karena mereka menampung perusahaan teknologi besar seperti Samsung, Intel dan Nidec.

Lebih dari 1.000 bisnis berbasis di taman itu dan zona di bawah HEPZA dengan total 274.000 pekerja. Vietnam saat ini mengisolasi 270.665 orang, 3.564 di antaranya dikarantina di fasilitas medis, 77.435 di fasilitas konsentrasi. Sisanya 189.666 orang diisolasi di rumah dan di akomodasi, menurut pihak berwenang.

Di episentrum virus corona Vietnam, Ho Chi Minh, otoritas setempat sedang bersiap menambah 5 rumah sakit lapangan dengan 50.000 tempat tidur tambahan, karena 19 rumah sakit lapangan yang ada sudah kekurangan pekerja medis serta peralatan.

“Jumlah kasus baru berkembang pesat, membutuhkan lebih banyak tenaga kerja,” kata Tang Chi Thuong, wakil direktur Departemen Kesehatan Ho Chi Minh City kepada media lokal, Kamis.

Menanggapi situasi tersebut, Vietnam sejauh ini telah mengerahkan 10.000 nakes dan relawan untuk membantu Ho Chi Minh City, kata Kementerian Kesehatan pada Kamis.

Kemenkes hari itu juga mengeluarkan pedoman baru yang mempersingkat waktu perawatan untuk pasien tanpa gejala, agar meringankan beban fasilitas medis yang merawat pasien COVID-19 di Ho Chi Minh City dan Binh Duong.

Ho Chi Min City adalah mesin ekonomi Vietnam. Pada 2020 kota itu menyumbang 22,3 persen Produk Domestik Bruto nasional, dan 27,5 persen APBN selama 2011-2019. (nikkei asia/m11)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2