China Isolasi Ribuan Siswa Usai Deteksi Klaster Covid

  • Bagikan
China mengisolasi kampus Zhuanghe University City di Kota Dalian dan 1.500 mahasiswanya setelah mendeteksi puluhan pelajar di sekolah itu positif Covid-19. AP

     BEIJING, China (Waspada): China mengisolasi kampus Zhuanghe University City di Kota Dalian dan 1.500 mahasiswanya setelah mendeteksi puluhan pelajar di sekolah itu positif Covid-19.

     Ratusan mahasiswa Zhuanghe University City juga telah dievakuasi ke hotel-hotel untuk menjalani observasi medis demi meredam penyebaran Covid-19 di kampus tersebut.

     Selama dikarantina, para mahasiswa pun untuk sementara waktu hanya bisa mengikuti pembelajaran jarak jauh. Petugas bahkan akan mengantarkan makanan ke masing-masing kamar mereka di setiap jam makan.

     Dilansir kantor berita Associated Press, Senin (15/11/2021), perintah lockdown itu diterapkan China pada Minggu (14/11). Tak hanya mengisolasi kampus, pemerintah China juga baru-baru ini mengisolasi sebuah mal besar di Ibu Kota Beijing akibat salah satu pengunjungnya kontak erat dengan pasien Covid-19.

     Raffles City Mall di distrik Dongcheng, Beijing, terpaksa ditutup pada Rabu (10/11) malam setelah salah satu pengunjung kontak erat dengan pasien Covid-19, menurut laporan Beijing Youth Daily.

     Pihak berwenang menutup seluruh pintu keluar dan masuk mal. Seluruh pengunjung hingga staf yang ada di mal tersebut juga dilarang meninggalkan gedung sampai mereka dites Covid-19.

     Tak hanya mal, pihak berwenang China juga mengisolasi empat perumahan, sekolah dasar, dan kompleks perkantoran di Beijing setelah mendeteksi klaster Covid-19 baru. Lockdown ini merupakan contoh penerapan kebijakan nol penularan Covid di China sebagai jurus Negeri Tirai Bambu menangani pandemi.

     Dengan kebijakan itu, pemerintah mendandalkan kebijakan isolasi dan lockdown guna menghentikan rantai penularan Covid-19 di suatu daerah. Namun, kebijakan ini tentu mengganggu kehidupan dan perekonomian masyarakat negara itu setiap kali klaster Covid-19 baru muncul.

     Pada Senin (15/11), Komisi Kesehatan Nasional China mengumumkan 32 kasus baru penularan lokal selama 24 jam sebelumnya, 25 kasus baru ini berasal dari Dalian.

     Dalian memang menjadi salah satu kota di timur laut China yang mengalami peningkatan infeksi Covid-19 lebih cepat dibandingkan wilayah lainnya dalam sepekan terakhir.

     Beberapa kota di sekitar Dalian, seperti Dandong, Anshan dan Shenyang, menerapkan aturan bahwa orang-orang yang datang dari Dalian wajib dikarantina di fasilitas terpusat selama 14 hari sebelum mereka dapat berkeliaran di kota-kota tersebut.

     China bahkan disebut tengah mengalami wabah Covid-19 varian Delta terparah sejak awal pandemi. Berdasarkan perhitungan data resmi pemerintah China oleh Reuters, selama 17 Oktober hingga 14 November, ada kenaikan kasus sebanyak 1.308 kasus infeksi Covid-19 lokal.

     Jumlah itu mengalahkan ini membalap 1.280 kasus infeksi Covid-19 lokal selama musim panas kemarin. Penghitungan itu menandai penyebaran Covid-19 varian Delta telah meluas di China hingga ke 21 provinsi dan kotamadya.

     Walaupun penyebaran wabah varian Delta di China masih lebih rendah dibandingkan negara lain, otoritas Negeri Tirai Bambu terus meningkatkan pengawasan dan berbagai aturan pembatasan demi meredam penyebaran Covid-19. (ap/m11)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *