Waspada
Waspada » Cegah Corona, Turki Dan Iran Tangguhkan Shalat Berjamaah
Internasional

Cegah Corona, Turki Dan Iran Tangguhkan Shalat Berjamaah

Petugas kebersihan menyemprotkan disinfekstan di dalam sebuah masjid di Turki. MEE

ANKARA, Turki (Waspada): Terkait virus corona yang menyebar cepat dan telah menjadi pandemi global, Turki mengeluarkan kebijakan untuk menangguhkan shalat berjemaah di masjid.

Aturan ini mulai diterapkan pada Senin (16/3/2020) waktu setempat, termasuk shalat Jumat dan dilakukan sampai pemberitahuan lebih lanjut. “Penting untuk menangguhkan shalat berjemaah di masjid untuk sementara waktu,” kara Ali Erbas, Kepala Direktorat Urusan Agama Turki (Diyanet).

Namun demikian, sekitar 90.000 masjid di negara pimpinan Recep Tayyip Erdogan ini masih dibuka untuk umum, jika ada yang hendak shalat sendiri. Turki dalam beberapa hari terakhir ini gencar menerapkan kebijakan-kebijakan untuk mencegah penyebaran penyakit Covid-19.

Di antaranya adalah menutup sekolah dan universitas untuk sementara waktu. Kemudian Kementerian Dalam Negeri Turki pada Minggu (15/3/2020) mengatakan klub-klub malam, bar, dan diskotik juga ditutup sementara mulai Senin ini.

Data dari Worldometers menunjukkan Turki memiliki 18 kasus aktif virus corona sampai Senin (16/3/2020). Belum ada laporan korban meninggal sejauh ini, dan belum ada yang dikabarkan sembuh.

Virus corona sendiri telah menjangkiti 169.610 orang sejak merebak pada akhir tahun lalu. Dari jumlah itu, 77.776 pasien berhasil sembuh, dan yang meninggal 6.518 orang.

Shalat Jumat di Iran Ditangguhkan

Sebelum Turki, Iran sempat menerapkan kebijakan penangguhan shalat Jumat pada 28 Februari lalu. Dilansir dari Reuters, Iran meliburkan shalat Jumat di ibu kota serta 23 provinsi dari total 31 provinsi di negara pimpinan Hassan Rouhani tersebut.

Masjid yang diliburkan saat shalat Jumat termasuk di kota suci Qom dan Mashhad. Kemudian sekolah-sekolah juga ditutup selama tiga hari mulai Sabtu 28/2/2020). “Berdasarkan pertimbangan, dirasa perlu untuk menutup sekolah-sekolah di seluruh negeri selama tiga hari mulai besok,” terang Menteri Kesehatan Saeed Namaki, dikutip dari AFP, Jumat (28/2/2020).

“Kami menjalani pekan yang relatif berat, dan melihat perkembangan terkini dari wabah ini, puncaknya mungkin akan terjadi minggu depan atau beberapa hari ke depan,” lanjutnya. (afp/And)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2