Waspada
Waspada » Cegah Corona, Kapasitas Masjidil Haram Akan Diturunkan
Internasional

Cegah Corona, Kapasitas Masjidil Haram Akan Diturunkan

Suasana di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, pada Senin (29/6/2020) terlihat sepi. Otoritas setempat berencana untuk mengurangi kapasitas masjid tersebut menjadi 40 perseb saja guna mencegah penyebaran virus corona. Saudi Gazette

MAKKAH, Arab Saudi (Waspada): Pengelola Dua Masjid Suci di Kerajaan Arab Saudi sedang mengadakan studi rencana kontrol keramaian di Masjidil Haram. Masjid suci tersebut kabarnya akan dibuka lagi sebagian untuk umroh dan tawaf.

Dikutip dari Saudi Gazette, Senin (29/6/2020), Masjidil Haram nantinya hanya menampung 40 persen jamaah saja dari total kapasitasnya. Kedua media itu mengklaim informasi yang masih dirahasiakan itu dari sumber tepercaya.

Pengelola Masjidil Haram mempercayakan studi tersebut pada departemen keselamatan, keamanan dan manajemen keramaian kerajaan Saudi. Selain batasan jamaah, protokol kesehatan pencegahan Covid-19 bakal diterapkan selama di areal Masjid.

Rencana pengendalian jumlah jamaah termasuk kemungkinkan registrasi data dan kontak jamaah sebelum masuk ke Masjidil Haram. Kemudian membedakan pintu masuk dan keluar untuk mencegah kerumunan.

Selanjutnya, akan disiapkan kamera pemantau suhu di pintu masuk masjid. Jamaah yang suhu tubuhnya tinggi tak diizinkan masuk untuk dilanjutnya ditindaklanjuti petugas kesehatan untuk mengetahui terpapar Covid-19 atau tidak.

Jamaah bakal dibekali banyak informasi agar paham langkah-langkah pencegahan Covid-19 lewat pemasangan papan informasi. Misalnya pakai masker, rajin cuci tangan, hindari salaman, dan menjaga etika bersin.

Pengelola Masjid dipastikan menerapkan jaga jarak secara ketat bagi jamaah. Selama di areal masjid, mereka tak diizinkan berkumpul dan bercengkrama satu sama lain.

Makkah kian ketat

Sementara itu, penjagaan dan patroli polisi di kota suci Makkah tetap ketat memantau warga yang berada di luar rumah. Masjidil Haram pun masih ditutup untuk umum.

“Pengawasan kepada warga untuk tetap mematuhi protokol kesehatan melawan pandemi tetap ketat. Polisi makin sering berpatroli. Restoran dan kafe sudah buka, tapi hanya melayani pembelian makanan yang dibawa pulang saja. Berkumpul orang pun dibatasi,” kata Teuku Fakhri, WNI yang berada di Makkah, Senin (29/6).

Tak hanya itu, Fakhri menambahkan, tampaknya beberapa hari ke depan atau makin dekatnya masa bulan haji orang masuk ke Makkah makin sulit. Pintu gerbang masuk Makkah yang berada di Syumesi akan makin mengawasi keluar-masuknya orang.

Tampaknya jalan tikus masuk ke Makkah yang lewat perkampungan yang biasanya dipakai oleh orang yang ingin haji tanpa igamah (surat izin) akan sulit dipakai. Jalur itu pasti akan terus dipantau aparat Arab Saudi, apalagi kawasan itu perkampungan yang sepi. (Saudi gazette/m11)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2