Waspada
Waspada » Cegah Corona, Atap Masjid Nabawi Dibuka Untuk Shalat Berjamaah
Internasional

Cegah Corona, Atap Masjid Nabawi Dibuka Untuk Shalat Berjamaah

Otoritas Masjid Nabawi membuka atap Masjid Nabi di Madinah untuk shalat berjamaah guna mencegah penyebaran Covid-19. Arab News

MADINAH, Arab Saudi (Waspada): Umat Muslim yang tinggal di Arab Saudi, khususnya Madinah dan sekitarnya, kini dapat melakukan shalat berjamaah di atas Masjid Nabawi. Hal ini disampaikan oleh Presiden Umum Masjid, Kamis pekan lalu.

Dikutip dari Arab News, Minggu (3/1/2021), umat Muslim kini dapat melaksanakan shalat subuh, maghrib, isya, dan jumat di atas atap.

Pelaksanaan ini dilakukan sambil mengamati langkah-langkah pencegahan dan protokol kesehatan untuk mengekang penyebaran Covid-19.

Atap Masjid Nabawi dapat menampung sekitar 10 ribu jamaah. Sejumlah pintu masuk telah disiapkan dan dilengkapi dengan kamera termal dan personel keamanan guna memungkinkan akses yang aman.

Jamaah yang ingin melaksanakan sholat di atap dapat mengaksesnya melalui pintu masuk 5, 8, 21, 34 dan 37.

“Atap masjid telah dibuka untuk jamaah sejak Kamis sambil melakukan tindakan pencegahan,” ujar seorang pejabat di Presidensi Umum, Eng Fahd Al Oufi.

Otoritas Masjid Nabawi membuka atap Masjid Nabi di Madinah untuk shalat berjamaah guna mencegah penyebaran Covid-19. Arab News

Pada Oktober, Otoritas Arab Saudi mengizinkan jamaah kembali beribadah di Masjid Nabawi. Izin diberikan setelah Kerjaan melakukan penangguhan selama tujuh bulan yang dipicu oleh menyebarnya pandemi virus Covid-19 secara global.

Dalam beberapa minggu terakhir, Kerajaan mengalami penurunan signifikan tingkat infeksi virus harian.

Selain itu, sejak 4 Oktober hingga minggu keempat Desember, tercatat lebih dari 4,5 juta jamaah dan pengunjung telah memasuki Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah.

Kepresidenan lantas menegaskan, pengelolaan jamaah dalam jumlah besar ini telah dilakukan sambil memastikan kepatuhan ketat terhadap tindakan pencegahan dan protokol pencegahan virus Covid-19.

Tak hanya itu, kepresidenan juga mengatakan telah membuat pengaturan yang rumit, berkoordinasi dengan Kementerian Haji dan Umroh dan otoritas terkait, untuk memastikan keselamatan dan kesehatan jamaah, serta memungkinkan mereka melakukan ibadah dengan mudah dan nyaman. (arab news/m11)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2