Bom Mobil Hantam Sekolah Di Afghanistan, 55 Orang Tewas Dan 155 Terluka - Waspada

Bom Mobil Hantam Sekolah Di Afghanistan, 55 Orang Tewas Dan 155 Terluka

  • Bagikan
Sejumlah siswi sekolah khusus perempuan yang menjadi korban ledakan bom mobil di Kabul, Afghanistan, Sabtu, dirawat di rumah sakit. AP

KABUL, Afghanistan (Waspada): Sebuah bom mobil yang ditempatkan di luar sekolah khusus perempuan di wilayah Kabul, Afganistan menewaskan sedikitnya 55 orang dan melukai lebih dari 150 orang pada Sabtu waktu setempat.

Dilansir kantor berita Reuters, Minggu (9/5/2021), pejabat setempat mengungkap sebagian besar korban adalah pelajar perempuan yang bersekolah di dekat lokasi bom meledak.

Sumber Reuters mengungkap sebagian besar korban adalah siswa yang keluar dari sekolah Sayed ul Shuhada. Kini korban yang terluka parah berada di rumah sakit.

Rekaman di saluran TV ToloNews menunjukkan adegan buku dan tas sekolah berserakan di jalan berlumuran darah, dan warga bergegas membantu para korban.

“Itu adalah ledakan bom mobil yang terjadi di depan pintu masuk sekolah,” kata seorang saksi mata kepada Reuters, meminta untuk tidak disebutkan namanya. Dia mengatakan semua kecuali tujuh atau delapan korban adalah siswi yang akan pulang setelah menyelesaikan studi mereka.

Di sekolah menengah Sayed ul Shuhada, anak perempuan dan laki-laki belajar dalam tiga shift, yang kedua untuk siswa perempuan, Najiba Arian, juru bicara Kementerian Pendidikan, mengatakan kepada Reuters. Yang terluka kebanyakan adalah mahasiswi, katanya.

Afghanistan dalam siaga tinggi sejak Amerika Serikat mengumumkan rencana untuk menarik semua pasukan AS pada 11 September. Para pejabat Afghanistan mengatakan Taliban telah meningkatkan serangan di seluruh negeri setelah pengumuman itu.

Tidak ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan kemarin. Juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid membantah kelompok itu terlibat dan mengutuk insiden tersebut.

Meskipun Ghani menyalahkan Taliban, ledakan hari Sabtu terjadi di lingkungan Muslim Syiah yang telah menghadapi serangan brutal oleh militan ISIS selama bertahun-tahun, termasuk ledakan di bangsal bersalin hampir persis setahun yang lalu. (reuters/m11)

  • Bagikan