Bom ISIS-K Tewaskan 85 Orang Di Bandara Kabul, Biden Murka - Waspada

Bom ISIS-K Tewaskan 85 Orang Di Bandara Kabul, Biden Murka

  • Bagikan
Seorang wanita yang terluka menangis meminta pertolongan usai ledakan bom bunuh diri yang dilakukan kelompok Negara Islam Irak dan Syria Khorasan (ISIS-K) di Bandara Internasional Hamid Karzai, Kabul, Afghanistan, pada Kamis (26/8/2021) malam WIB. Serangan itu menewaskan 85 orang. Daily Mail

KABUL, Afghanistan (Waspada): Dua bomber Negara Islam Irak dan Syria Khorasan (ISIS-K) meledakkan diri di Bandara Internasional Hamid Karzai, Kabul, Afghanistan, pada Kamis (26/8/2021) malam WIB. Serangan itu menewaskan 85 orang, 13 di antaranya merupakan tentara Amerika Serikat.

Dilansir kantor berita Associated Press, Jumat (27/8/2021), Presiden AS Joe Biden berjanji memburu dalang utama bom bunuh diri itu dan ia berjanji akan mengevakuasi warga sipil dari Afghanistan.

                                             

“Kepada mereka yang melakukan serangan ini serta siapa pun yang ingin membahayakan Amerika, ketahuilah ini: Kami tidak akan memaafkan. Kami tidak akan melupakan. Kami akan memburu Anda dan membuat Anda membayarnya,” kata Biden. Sementara misi evakuasi di Bandara Kabul tetap akan berlanjut hingga 31 Agustus.

Biden dalam tanggapannya menyatakan dirinya telah meminta para komandan militer AS ‘untuk mengembangkan rencana operasional untuk menyerang aset-aset ISIS-K, kepemimpinan dan fasilitas mereka’.

“Kami akan merespons dengan kekuatan dan ketepatan pada waktu yang kami tentukan, di tempat yang kami pilih sesuai dengan cara kami,” tegas Biden, tanpa menjelaskan secara spesifik soal rencana serangan itu.

“Teroris ISIS ini tidak akan menang. Kami akan menyelamatkan warga Amerika. Kami akan mengeluarkan sekutu-sekutu Afghanistan kami. Dan misi kami akan terus berlanjut,” imbuhnya.

Dilansir AFP, ISIS mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu. Melalui kantor berita propagandanya, Amaq, kelompok militan itu menyebut pelaku bom bunuh diri ‘mampu menembus benteng keamanan dan berada 5 meter’ dari Pasukan Amerika Serikat. Bomber seketika meledakkan sabuk yang dikenakannya.    

Sebelumnya, bom bunuh diri terjadi 2 kali di sekitar Gerbang Abbey Bandara Kabul. Dilaporkan 20 orang tewas, termasuk 12 pasukan Amerika Serikat.

Para pejabat AS dan sekutu sudah memiliki informasi intelijen terkait dengan kelompok ISIS-K yang berbasis di Afghanistan itu. Mereka diketahui berselisih dengan Taliban.

Biden menduga ISIS akan melancarkan serangan lagi. “Mengetahui ancamannya, mengetahui bahwa kita mungkin akan mendapat serangan lagi,” tegas Biden.

Biden menambahkan ia tak melihat adanya bukti kerja sama antara Taliban dengan militan ISIS terkait serangan mematikan itu. “Sejauh ini tidak ada bukti bahwa adanya informasi telah ada kolusi antara Taliban dan ISIS dalam melakukan apa yang terjadi hari ini,” katanya.

Juru bicara utama Taliban, Zabihullah Mujahid, mengatakan pihaknya mengutuk keras bom bunuh diri itu. Taliban menyebut ledakan itu terjadi di wilayah yang dikendalikan militer Amerika Serikat.

“Mengutuk keras pemboman yang menargetkan warga sipil di bandara Kabul,” sebuah pernyataan yang dirilis oleh Mujahid di Twitter. (ap/afp/reuters/cnn/m11)

  • Bagikan