Bocorkan Rahasia Nuklir, Iran Hukum Mati Mata-mata CIA - Waspada

Bocorkan Rahasia Nuklir, Iran Hukum Mati Mata-mata CIA

  • Bagikan
Ilustrasi

TEHERAN, Iran (Waspada): Seorang pria di Iran dijatuhi hukuman mati karena memata-matai program nuklir Iran untuk Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat (CIA).

Seperti dilansir kantor berita Fars News Agency, dikutip Reuters, Selasa (4/2/2020), juru bicara Kementerian Kehakiman Iran Gholam hossein Esmaili mengatakan, pria tersebut dituduh berupaya membocorkan informasi program nuklir Republik Islam Iran.

“Amir Rahimpour yang merupakan mata-mata CIA dan mendapat bayaran besar dan mencoba menyampaikan sebagian informasi nuklir Iran kepada dinas intelijen Amerika telah diadili dan dijatuhi hukuman mati. Dan baru-baru ini mahkamah agung menegakkan hukumannya dan Anda akan segera melihatnya,” kata Esmaili tanpa memberikan rincian.

Dua orang lainnya yang juga dituduh melakukan spionase dihukum 15 tahun penjara. Kewarganegaraan kedua orang ini belum dipublikasikan tapi Esmaili mengatakan mereka adalah pekerja amal.

Orang terakhir yang dituduh sebagai mata-mata AS dan akhirnya dieksekusi mati adalah Shahran Amiri. Ia dihukum gantung pada 2016 lalu. Amiri membelot ke AS di puncak upaya Washington membatasi ambisi nuklir Iran.

Ketika ia baru pulang ke Iran pada 2010, Amiri mendapatkan sambutan hangat dari para politisi dan menjadi bintang tamu terkenal dalam acara bincang-bincang di televisi. Lalu tiba-tiba ia menghilang, tak lama kemudian dikabarkan diadili dan dibunuh karena melakukan spionase.

Pada musim panas lalu Iran menangkap 17 mata-mata. Beberapa di antaranya dihukum mati. Tapi belum diketahui apakah eksekusi hukuman mati mereka sudah dilakukan atau belum.

Menurut Radio Farda, sistem peradilan Iran sering bekerja secara rahasia tanpa proses hukum karena masalah keamanan nasional, bahkan ketika para pembangkang dituduh melakukan kejahatan terkait keamanan. Ini adalah pertama kalinya para pejabat di Iran membuat pernyataan untuk kasus Rahimpour.

Satu-satunya referensi untuk kasus ini datang tahun lalu dari HRANA, sebuah kelompok hak asasi manusia Iran yang berbasis di luar negeri.

Sebuah rilis berita oleh kelompok itu mengatakan pada saat itu bahwa seorang tersangka dengan gelar sarjana teknik elektro ditahan di penjara Evin Teheran, dituduh bekerja sama dengan Amerika Serikat.

Esmaili juga mengatakan dua orang lain telah diadili Iran atas tuduhan bekerja sama dengan CIA dan masing-masing dihukum sepuluh dan lima tahun, tetapi menolak untuk mengungkapkan identitas mereka. (reuters/And)

  • Bagikan