Waspada
Waspada » Bella Hadid Kecam PM Israel Yang Mengaku Banyak Membunuh Orang Arab
Internasional

Bella Hadid Kecam PM Israel Yang Mengaku Banyak Membunuh Orang Arab

Supermodel Bella Hadid mengecam perdana menteri Israel yang baru, Naftali Bennett, terkait pengakuannya yang telah membunuh banyak orang Arab. MEM

NEW YORK, AS (Waspada): Supermodel Bella Hadid mengecam perdana menteri Israel yang baru, Naftali Bennett, terkait pengakuannya yang telah membunuh banyak orang Arab.

Dikutip dari Times of Israel, Rabu (16/6/2021), ini merupakan komentar pedas terbaru Bella Hadid setelah mengecam serangan Israel ke Jalur Gaza pada bulan lalu.

Kecaman terbaru Bella Hadid terkait pernyataan kontroversial Bennett pada 2013 dalam rapat kabinet mengenai pembebasan tahanan Palestina.

Surat kabar Israel, Yedioth Ahronoth, melaporkan saat itu Bennett berkata, “Jika Anda menangkap teroris, Anda hanya perlu membunuh mereka.”

Penasihat Keamanan Nasional Israel saat itu, Yaakov Amidror, sempat mengingatkan Bennett bahwa rencana itu ilegal.

“Saya sudah membunuh banyak orang Arab selama hidup, sama sekali tidak ada masalah dengan itu,” kata Bennett, merespons pernyataan Amidror.

Bella Hadid mengatakan, dia tak bisa menggambarkan pernyataan Bennett tersebut.  “Hampir tidak bisa dipercaya. Jujur saja, sedih, benar-benar sedih,” kata perempuan 24 tahun yang lahir dari ayah seorang warga Palestina itu.

Dia lalu menggambarkan Gaza sebagai penjara terbuka seraya mempertanyakan mengapa Presiden Amerika Serikat Joe Biden tetap diam sementara pelanggaran terus dilakukan Israel terhadap Palestina.

“Kapan dan di mana Anda saat melihat kekejian ini dan tidak mengutuknya? Bagaimana bisa presiden kita tidak mempersoalkan kejahatan ini?” tuturnya.

Perempuan kelahiran Washington DC itu menjadi target serangan dalam beberapa pekan terakhir menyusul dukungan vokalnya bagi hak-hak Palestina.

World Values ​​Network bahkan membuat iklan satu halaman penuh di surat kabar The New York Times hanya untuk mengecamnya.

Disebutkan, Bella Hadid telah memfitnah negara Yahudi dan menuduh Israel melakukan pembersihan etnis. (times of Israel/m11)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2