Waspada
Waspada » Beli Alat Medis Murahan Dari China, Kim Jong Un Tembak Mati Pejabatnya
Internasional

Beli Alat Medis Murahan Dari China, Kim Jong Un Tembak Mati Pejabatnya

PYONGYANG, Korea Utara (Waspada): Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dilaporkan mengeksekusi mati pejabatnya karena membeli alat medis murah dari China.

Dikutip dari Daily Mail, Kamis (28/4/2021), pada Maret tahun lalu Kim membuka tanah yang akan dijadikan Rumah Sakit Umum Pyongyang. Ia menginstruksikan agar fasilitas itu dibangun dalam waktu enam bulan.

Namun hingga tenggat waktunya terlewati, tempat itu belum menjalani pembukaan secara resmi karena diduga masih tak memiliki peralatan medis. Sehingga, pejabat yang bertanggung jawab harus menanggung dengan nyawanya karena sudah mengabaikan instruksi Kim Jong Un.

Berdasarkan laporan Daily NK, Kim menginginkan rumah sakit itu dilengkapi dengan peralatan dari Eropa. Namun, si pejabat yang tak disebutkan identitasnya disebut mengajukan rencana alternatif untuk mengimpor alat dari China yang lebih murah.

Karena itu, dia langsung dieksekusi setelah Kim yang mengetahui pembelian itu marah besar. Ofisial itu disebut wakil direktur di Kementerian Luar Negeri Korea Utara. Sosok yang berusia 50-an itu merupakan pihak yang bertanggung jawab atas urusan ekspor dan impor Korut.

Selain menembak mati pejabat dari kementerian luar negeri, eksekutif dari kementerian kesehatan juga dicopot. Kim, yang menghabiskan masa kecilnya di Swiss, diyakini percaya alat buatan Eropa sudah tak diragukan kualitasnya.

Jadi, Partai Buruh Korea selaku pihak penguasa, menganggarkan bujet besar untuk memenuhi keinginan pemimpin tertinggi mereka.

Namun, partai kesulitan selain karena sanksi internasional juga terpaan wabah virus corona untuk mendatangkan barangnya. Karena itu, muncul usul untuk menggunakan barang dari China yang selain murah, juga lebih mudah diimpor.

Tetapi, kontrak tersebut disebut sudah ditandatangani oleh si pejabat sebelum Kim Jong Un menyetujuinya. Analis Korea Utara Martyn Williams, yang juga menyoroti fasilitas medis itu, juga menyebutkan pengadaan peralatan jadi masalah utama.

Williams menjelaskan pengadaan itu tidaklah murah dan Korut juga bukan negara yang kaya. “Jadi, saya paham jika mereka mencoba meminta negara lain untuk mendonasikan peralatan. Tetapi ekspektasi mereka tak membuahkan hasil,” paparnya.

Peneliti di Stimson Center itu berkata, rumah sakit tersebut merupakan alat propaganda utama Pyongyang. Karena itu jika pengerjaaannya tak sesuai ekspektasi, mereka tinggal menghapusnya dari berbagai pemberitaan.

Tetapi, Williams memprediksi media setempat akan kembali memberitakan secara luas jika siap untuk digunakan. (daily mail/m11)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2