Waspada
Waspada » Batasi Penyebaran Corona, Saudi Hentikan Penerbangan Internasional
Internasional

Batasi Penyebaran Corona, Saudi Hentikan Penerbangan Internasional

Petugas kesehatan Arab Saudi di Bandara King Khalid International Airport, di Riyadh, melakukan pengecekan terhadap penumpang yang berasal dari Kota Wuhan, China. Reuters

RIYADH, Arab Saudi (Waspada): Arab Saudi akan menghentikan sementara penerbangan internasional untuk memperlambat penyebaran virus corona. Penghentian sementara ini akan diberlakukan selama dua pekan, mulai dari Minggu (15/3).

“Pemerintah Kerajaan (Saudi) memutuskan untuk menghentikan penerbangan internasional selama dua pekan (mulai dari Minggu, 15 Maret) sebagai bagian dari upaya mencegah penyebaran #CoronaVirus,” demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Saudi seperti dilansir AFP, Sabtu (14/3/2020).

Dalam pernyataan terpisah seperti dikutip Saudi Press Agency (SPA) dan dilansir Arab News, Kementerian Dalam Negeri Saudi mengumumkan lebih detail bahwa penghentian sementara penerbangan internasional itu akan dimulai pada Minggu (15/3) sekitar pukul 11.00 waktu setempat.

Disebutkan Kementerian Dalam Negeri Saudi bahwa beberapa penerbangan akan diizinkan masuk wilayah Saudi dalam ‘kasus-kasus luar biasa pengecualian’ selama penghentian diberlakukan dua pekan ke depan. Tidak dijelaskan lebih lanjut soal kasus luar biasa itu.

Hingga Jumat (13/3) waktu setempat, otoritas Saudi melaporkan 24 kasus baru virus Corona di wilayahnya. Dengan demikian, saat ini sudah 86 kasus virus corona terkonfirmasi di Saudi.

Jam malam akan diberlakukan di sebanyak 17 kota di area Metro Manila, Filipina, untuk menangkal penyebaran virus Corona. Setiap pusat perbelanjaan atau mal di area tersebut juga diimbau untuk tutup selama sebulan.

Otoritas Pembangunan Metropolitan Manila (MMDA), yang terdiri atas 17 kota, mengumumkan langkah tegas terbaru itu dalam pernyataan pada Sabtu (14/3) waktu setempat, setelah jumlah korban meninggal akibat virus Corona bertambah menjadi 8 orang.

Presiden Rodrigo Duterte sebelumnya menaikkan status darurat kesehatan ke level tertinggi dan memberlakukan langkah karantina atau lockdown terhadap Manila yang berpenduduk 12 juta orang.

Perjalanan darat juga udara dari dan ke Manila akan dibatasi mulai Minggu (15/3) besok. Sekolah-sekolah juga akan diliburkan hingga 12 April mendatang. Dalam pernyataannya, MDMA mengumumkan bahwa pemberlakuan jam malam itu telah mendapat izin dari 17 Wali Kota di area Metro Manila.

Jam malam akan mulai diberlakukan di 17 kota di area tersebut, termasuk Manila sendiri, pada Minggu (15/3) besok hingga 14 April mendatang. Jam malam itu akan diberlakukan selama 9 jam setiap harinya, mulai pada pukul 20.00 hingga pukul 05.00 waktu setempat. (afp/reuters/And)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2