Waspada
Waspada » Balita Tewas Terjebak Dalam Mesin Cuci
Internasional

Balita Tewas Terjebak Dalam Mesin Cuci

Ilustrasi

CHRISTCHURCH, Selandia Baru (Waspada): Seorang balita dinyatakan meninggal dunia setelah ditemukan terjebak di dalam mesin cuci yang sedang menyala. Tragedi mengerikan itu terjadi di wilayah Hoon Hay, Christchurch, Selandia Baru, Jumat pekan lalu.

“Satu orang balita ditemukan dalam keadaan terluka dan dibawa ke rumah sakit, dia kemudian dinyatakan meninggal,” ujar juru bicara kepolisian setempat, dikutip Daily Mail, Senin (22/2/2021).

Polisi hingga kini masih menyelidiki kematian anak itu, bekerja sama dengan petugas autopsi di rumah sakit tempat dia dinyatakan meninggal. Bocah balita itu diduga masuk sendiri lalu terkunci di dalam mesin cuci jenis front loading (bukaan depan) yang masih menyala.

Kematian anak balita yang tidak disebutkan nama dan identitas lainnya itu dipastikan bukan kasus mencurigakan. Sekelompok besar pelayat berkumpul di rumah keluarga korban, Minggu.

Para ahli telah memperingatkan bahaya mesin cuci bukaan depan bagi anak kecil. Pasalnya, anak-anak mungkin saja penasaran lalu masuk ke dalamnya. Begitu terkunci, mereka terjebak dan bisa mati lemas, atau bahkan orang dewasa menjalankannya tanpa mengetahui ada anaknya di dalam mesin cuci.

Komisi Keamanan Produk Konsumen (CPSC) AS mengatakan, sejak 2014, di AS ada sekitar 3.000 anak berusia di bawah lima tahun dilarikan ke instalasi gawat darurat (IGD) karena mengalami cedera setelah terjebak dalam mesin cuci.

Pada 2019, seorang bocah lelaki berusia 3 tahun meninggal di mesin cuci bukaan depan di Orlando, Florida, AS. Anak laki-laki itu masuk saat bermain dengan saudara kandungnya, begitu tertutup dia ditemukan tewas.

Pada tahun 2012, seorang balita laki-laki berusia 21 bulan meninggal di rumah sakit setelah 24 jam kritis di Oregon, AS. Dia terjatuh ke dalam mesin cuci dan tenggelam. (daily mail/m11)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2