AS Berulang Kali Bantu Israel Gunakan Hak Veto Di DK PBB - Waspada

AS Berulang Kali Bantu Israel Gunakan Hak Veto Di DK PBB

  • Bagikan

NEW YORK, AS (Waspada): Konflik Israel dan Palestina kembali memanas beberapa hari terakhir dan konflik antara kedua belah pihak terus berkecamuk. Di Yerusalem, warga Palestina dan polisi Israel dilaporkan bentrok untuk beberapa malam.

Sementara di Jalur Gaza, militer Israel membombardir wilayah tersebut melalui serangan udara. Jalur Gaza juga mengirim serentetan roket ke wilayah Israel selama beberapa malam berturut-turut.

Melansir Reuters, Dewan Keamanan PBB sedianya membahas kekerasan yang memburuk antara Israel dan Palestina pada Minggu (16/5/2021). Para diplomat mengatakan Amerika Serikat (AS), sekutu dekat Israel, pada awalnya menyarankan pertemuan Dewan Keamanan PBB (DK PBB) dapat diadakan pada Selasa (18/5/2021).

Sebelum ini, AS berulang kali menggunakan hak vetonya dalam Dewan Keamanan PBB untuk membela Israel. Sebagai anggota tetap Dewan Keamanan PBB, bersama Inggris, Prancis, China, dan Rusia, AS memang memiliki hak veto.

Jewish Virtual Library mencatat, AS telah menggunakan hak vetonya di Dewan Keamanan PBB sebanyak 44 kali untuk melindungi Israel. Terbaru, “Negeri Paman Sam” menggunakan hak vetonya pada Juni 2018 terhadap rancangan resolusi DK PBB yang mengutuk penggunaan kekuatan Israel terhadap warga sipil Palestina.

Pada 2017, AS memveto rancangan resolusi Dewan Keamanan PBB yang mendesak organisasi internasional itu menolak keputusan mantan Presiden AS Donald Trump untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Hak veto pertama

AS menggunakan hak veto pertamanya terhadap Israel pada 1972 sebagaimana dilansir Middle East Eye. Kala itu, Washington memveto rancangan resolusi yang mengungkapkan keprihatinan atas situasi yang memburuk di Timur Tengah akibat agresi Israel di perbatasan Lebanon.

Resolusi tersebut dirancang oleh Guinea, Yugoslavia, dan Somalia. Rancangan resolusi itu hanya diveto oleh AS. Panama abstain.

Beberapa resolusi serupa juga diveto oleh AS pada tahun-tahun berikutnya seperti rancangan resolusi pada 1975 yang menyerukan Israel untuk segera menghentikan semua serangan militer terhadap Lebanon.

Pada 1982, Spanyol mengajukan rancangan resolusi yang menuntut Israel menarik semua pasukan militernya dari Lebanon yang diakui secara internasional dalam waktu enam jam.

Pada 1985, 1986, dan 1988, AS memveto resolusi serupa. Perang saudara Lebanon berakhir pada 1990, tetapi Israel tidak mundur dari selatan negara itu hingga 2000. (middle east eye/reuters/m11)

  • Bagikan