Waspada
Waspada » AS Berpotensi Jadi Episentrum Virus Corona
Internasional

AS Berpotensi Jadi Episentrum Virus Corona

JENEWA, Swiss (Waspada): Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memprediksi akan terjadi perubahan dalam peta penyebaran virus corona. Berdasarkan data yang mereka miliki, episentrum Covid-19 kemungkinan tidak akan berada di Asia lagi, namun di Amerika atau Eropa.

“Saat ini kami melihat ada akselerasi dalam hal kasus baru di Amerika. Jadi, Amerika memiliki potensi (untuk menjadi episentrum). Saya tidak mengatakan Amerika sudah menjadi episentrum, namun mereka memiliki potensinya,” ujar juru bicara WHO, Margaret Harris, sebagaimana dikutip dari kantor berita Reuters, Selasa (24/3/2020).

Menurut Harris, Amerika dan Eropa berpotensi menjadi episentrum baru karena dalam waktu 24 jam, jumlah kasus di keduanya meningkat 85 persen. Kurang lebih separuhnya disumbangkan oleh Amerika.

Berdasarkan data dari South China Morning Post, AS menempati posisi ketiga dalam hal jumlah kasus dan korban meninggal akibat virus corona. Berdasarkan data dari Worldometer, hingga Rabu (25/3/2020) ada 54.941 kasus dan 784 korban meninggal akibat COVID-19.

Di Eropa, Italia menempati posisi pertama dalam hal jumlah kasus dan korban meninggal. Di sana tercatat ada 69.176 kasus dan 6.820 korban meninggal, terbesar di dunia. Namun, beberapa hari terakhir, pertumbuhan kasus baru menunjukkan penurunan.

Lebih lanjut, meski keduanya menunjukkan potensi sebagai episentrum virus corona yang baru, mereka punya pendekatan penanganan yang berbeda. Italia konsisten dengan kebijakan lockdownnya, kurang lebih di 25 provinsi, untuk menekan penyebaran virus corona. Mereka bahkan berpotensi memperketatnya setelah mendapat impresi buruk dari serikat pekerja dan tenaga ahli dari Cina.

Sementara itu, AS cenderung “lebih lengang”. Trump tidak berani mengambil kebijakan lockdown jangka panjang karena akan berdampak ke perekonomian Amerika. Kepada awak media, Senin kemarin, ia menyatakan bahwa AS akan segera membuka akses lagi dalam waktu dekat.

“AS tidak diciptakan untuk ditutup. Kami akan membuka lagi Amerika karena AS diciptakan untuk terbuka. Kita akan kembali normal seperti semula,” ujar Trump tanpa memberikan timeline tertentu.

Trump tidak hanya mencoba membuka kembali Amerika, tetapi juga mencoba menyalahkan Cina atas deritanya. Secara konsisten, Trump menyebut China yang harus bertanggung jawab atas pandemi global yang terjadi.

“Saya berharap mereka bisa memberi tahu kami lebih awal perihal apa yang terjadi di China. Kami tidak tahu apapun sampai akhirnya wabah itu terungkap ke publik. Saya yakin kami bisa menghadirkan solusi jika tahu lebih awal,” ujar Trump sebagaimana dikutip dari CNN. (scmp/cnn/reuters/And)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2