Waspada
Waspada » Armenia Tuduh Turki Tembak Jet Tempur, Korban Tewas Tembus 100 Orang
Internasional

Armenia Tuduh Turki Tembak Jet Tempur, Korban Tewas Tembus 100 Orang

Seorang prajurit Armenia menembakkan meriam dalam pertempuran melawan Azerbaijan di wilayah sengketa Nagorno-Karabakh. Reuters

YEREVAN, Armenia (Waspada): Pemerintah Armenia melaporkan jet tempur mereka ditembak jatuh oleh jet Turki dalam insiden peperangan di wilayah Nagorno-Karabakh, Selasa (29/9/2020) pagi waktu setempat.

Menteri luar negeri Armenia mengatakan, pilot jet tempur Su-25 buatan Soviet itu tewas setelah ditembak pesawat F-16 milik Turki di wilayah udara Armenia. Turki yang mendukung Azerbaijan pada konflik ini, telah membantah tuduhan tersebut.

Hingga Rabu (30/9/2020), sedikitnya 100 orang, termasuk warga sipil, dilaporkan tewas dalam pertempuran selama tiga hari di wilayah pegunungan Nagorno-Karabakh yang diperebutkan Armenia dan Azerbaijan.

Daerah strategis itu diakui secara internasional sebagai bagian dari Azerbaijan, tapi penduduknya kebanyakan etnis Armenia sejak perang 1988-1994 antara dua negara republik pecahan Soviet tersebut. Perang antara dua negara pecahan Uni Soviet itu telah berlangsung sejak Minggu (27/9/2020).

Kementerian Pertahanan Armenia pada Senin (28/9/2020) kemarin mengklaim tentara Azerbaijan mendapat bantuan peralatan perang berupa jet F-16 milik Angkatan Udara (AU) Turki yang sudah disiagakan di pangkalan udara Baku sebulan sebelum perang terbaru meletus.

Namun, tuduhan tersebut langsung dibantah oleh Kementerian Pertahanan Azerbaijan. Mereka menyebut klaim tersebut sengaja dibuat Armenia untuk melegitimasi klaim mereka bahwa Azerbaijan benar dibantu Turki.

“Laporan yang mengklaim Sukhoi-25 Armenia dihancurkan oleh pesawat tempur F-16 adalah sebuah kebohongan,” kata juru bicara Kemhan Azerbaijan, Vagif Dargyakhly.

Pernyataan senada juga dilontarkan ajudan senior Presiden Recep Tayyip Erdogan, Fahrettin Altun. Dia menyebut klaim Armenia sebagai propaganda murahan.

Sejauh ini, klaim Armenia sangat lemah karena tidak menunjukkan bukti apapun mengenai jatuhnya jet tempur Su-25. Menurut data penerbangan versi Bahasa Inggris, jet tempur F-16 Turki masuk ke wilayah Armenia sejauh 60 km pada ketinggian 8.200 meter.

Saat Turki secara terbuka mendukung Azerbaijan, Rusia – yang memiliki markas militer di Armenia tapi juga bersahabat dengan Azerbaijan – menyerukan gencatan senjata dengan segera. (bbc/m11)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2