Waspada
Waspada » Arkeolog Temukan Jasad Tuan Dan Budak Di Kota Tua Pompeii
Internasional

Arkeolog Temukan Jasad Tuan Dan Budak Di Kota Tua Pompeii

Dua jasad pria yang diperkirakan sebagai tuan dan budak ditemukan oleh para arkeolog di Italia. Kedua jasad tersebut merupakan korban letusan Gunung Vesuvius sekitar 2.000 tahun lalu di kota tua Pompeii, Romawi kuno. AP

ROMA, Italia (Waspada): Para arkeolog di Italia baru-baru ini menermukan dua jasad pria korban letusan Gunung Vesuvius sekitar 2.000 tahun lalu di kota tua Pompeii, Romawi kuno.

Dikutip dari New York Post, Minggu (22/11/2020), kedua jasad tersebut diyakini sebagai tuan dan budaknya yang mencoba melarikan diri dari letusan gunung berapi.

Dua jasad tersebut ditemukan para arkeolog dalam posisi bersebelahan di sebuah ruang bawah tanah di vila. Pengumuman temuan dua jasad tersebut diumumkan otoritas arkeologi Italia pada Sabtu (21/11/2020) waktu setempat.

Para arkeolog percaya bahwa kedua jasad itu sebenarnya lolos dari hujan abu awal. Namun, keduanya meninggal keesokan harinya karena terkubur material vulkanik dari ledakan kedua Gunung Vesuvius yang dahsyat.

Vila tersebut terletak di pinggiran Pompeii dan telah luluh lantak akibat ledakan kedua dari Gunung Vesuvius pada 78 Masehi. Di dekat vila tersebut terdapat kandang. Pada 2017, di kandang itu, para arkeolog menemukan tiga mayat kuda yang masih terikat.

Dua jasad pria yang diperkirakan sebagai tuan dan budak ditemukan oleh para arkeolog di Italia. Kedua jasad tersebut merupakan korban letusan Gunung Vesuvius sekitar 2.000 tahun lalu di kota tua Pompeii, Romawi kuno. AP

Dilansir dari Associated Press, dilihat dari tulang tengkorak dan giginya, salah satu jasad pria tersebut diperkirakan berumur 18 hingga 25 tahun ketika tewas. Para arkeolog beranggapan jika dia adalah budak yang melakukan kerja kasar karena dilihat dari tulang belakangnya yang cukup terkompresi.

Sedangkan jasad pria kedua kemungkinan berusia antara 30 hingga 40 tahun ketika tewas. Jasad ini tampaknya memiliki mantel di bahu kirinya selain tunik.

Direktur Jenderal Arkeologi Kementerian Kebudayaan Italia, Massimo Osanna, mengatakan Kedua jasad itu ditemukan di ruang samping di sepanjang koridor bawah tanah, atau lorong.

Ruang bawah tanah tersebut pada zaman Romawi kuno dikenal sebagai cryptoporticus. “Para korban mungkin mencari perlindungan di cryptoporticus, di ruang bawah tanah ini, di mana mereka pikir mereka lebih terlindungi,” kata Osanna.

Berdasarkan kesan lipatan kain yang tertinggal di lapisan abu, jasad pria yang lebih muda itu tampak mengenakan tunik pendek berlipit, kemungkinan dari wol. (new York post/ap/m11)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2