Waspada
Waspada » Arab Saudi Masih Tangguhkan Penerbangan Internasional
Internasional

Arab Saudi Masih Tangguhkan Penerbangan Internasional

Saudi Arabian Airlines (Saudia)

JEDDAH, Arab Saudi (Waspada): Arab Saudi masih menangguhkan penerbangan internasional. Maskapai Saudi Arabian Airlines (Saudia) menegaskan pada Minggu (14/6/2020) bahwa penangguhan penerbangan masih terus dilakukan sampai ada pemberitahuan selanjutnya.

Maskapai Arab Saudi itu memberitahukan melalui akun Twitter resminya, bahwa pada saatnya penerbangan internasional akan dibuka secara bertahap. Pada saat itu, jadwal penerbangan akan diberitahukan melalui akun Twitter resminya.

Dikutip dari Saudi Gazette, Senin (15/6/2020), penerbangan internasional yang diizinkan saat ini hanya penerbangan masuk yang membawa warga Arab Saudi yang terjebak di negara lain.

Warga Saudi yang ingin pulang dapat memanfaatkan layanan yang disediakan dalam platform awdah. Sedangkan untuk penerbangan domestik sudah dibuka. Pesawat tujuan Jeddah dan Hail mulai beroperasi pada Senin, 15 Juni 2020.

Otoritas Umum Penerbangan Sipil (GACA) menyatakan, ada lima bandara yang telah dibuka, yakni di Bisha, Taif, Yanbu, Hafr Al-Batin dan Sharourah. GACA melanjutkan penerbangan domestik pada 31 Mei lalu telah berkonsultasi dengan otoritas kesehatan serta mematuhi kontrol dan langkah pencegahan untuk melawan pandemi Covid-19.

Pertimbangkan pembatalan haji

Jumlah kasus virus corona yang semakin memburuk juga membuat pemerintah negeri Petro Dolar itu mempertimbangkan untuk membatalkan penyelenggaraan ibadah haji 2020. Hal ini menjadi yang pertama kalinya sejak berdirinya Kerajaan pada 1932.

Hal tersebut disampaikan seorang pejabat dari Kementerian Haji dan Umrah Saudi, dilansir dari Gulf News yang mengutip surat kabar Inggris Financial Times, Minggu (14/6).

“Masalah ini telah dipelajari dengan cermat dan berbagai skenario sedang dipertimbangkan. Keputusan resmi akan dibuat dalam waktu satu pekan,” kata pejabat tersebut.

Ziarah tahunan yang akan dimulai pada akhir Juli ini adalah pertemuan umat Islam terbesar di dunia. Tak kurang dari dua juta peziarah berkumpul setiap tahun di sana. Sebelumnya, dilaporkan Saudi sedang mempertimbangkan mengurangi jumlah orang yang diizinkan untuk melaksanakan ibadah haji 2020.

Dalam laporan Reuters, disebutkan, dua sumber yang mengetahui persoalan ini mengatakan, otoritas berwenang mempertimbangkan untuk mengizinkan masuknya jamaah tetapi jumlahnya terbatas dan hanya simbolis.

Larangan haji diberlakukan untuk jamaah lansia dan yang memerlukan pemeriksaan kesehatan tambahan. “Semua opsi ada di atas meja tetapi prioritasnya adalah untuk kesehatan dan keselamatan peziarah,” kata pejabat itu.

Haji merupakan sumber utama pendapatan asing untuk Riyadh. “Data resmi menunjukkan ibadah haji sepanjang tahun menghasilkan sekitar 12 miliar dolar AS per tahun untuk Kerajaan,” demikian laporan Reuters. (Saudi gazette/reuters/m11)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2