Arab Saudi Akui Vaksin Sinovac, Tetap Perlu Booster - Waspada

Arab Saudi Akui Vaksin Sinovac, Tetap Perlu Booster

  • Bagikan
Jamaah umrah bersiap melakukan mataf di Masjidil Haram. Pemerintah Arab Saudi akhirnya mengakui vaksin Covid-19 buatan Sinovac dengan syarat mendapat booster atau vaksin ketiga. Haramain Info

     JAKARTA (Waspada): Pemerintah Arab Saudi akhirnya mengakui vaksin Covid-19 buatan Sinovac dengan syarat mendapat booster atau vaksin ketiga.

     Seperti diketahui, mayoritas masyarakat Indonesia saat ini menggunakan Sinovac. Namun, jemaah dari Indonesia yang ingin umrah belum bisa masuk ke Arab Saudi. Penerbangan langsung dari Indonesia ke Arab Saudi masih dilarang.

                                             

     “Untuk dorong umrah belum bisa karena Indonesia masih di-suspend, belum boleh terbang langsung. Kita masih tunggu ketentuan lebih lanjut Saudi,” kata Konsul Jenderal RI di Jeddah, Eko Hartono, Jumat (27/8/2021).

     Arab Saudi memang secara bertahap mulai menerima permintaan jemaah umrah dari luar negeri untuk mereka yang sudah divaksin dan pada Selasa (24/8/2021).

     Pemerintah setempat resmi memperbolehkan vaksin Covid-19 Sinovac dan Sinopharm bagi para calon jamaah.

     Namun, penggunaan kedua vaksin tersebut harus sebagai suntikan penguat di antara empat vaksin lain, yakni buatan Pfizer, AstraZeneca, Moderna, dan Johnson & Johnson.

     “Iya memang Sinovac dan Sinopharm sudah diakui Saudi tetapi harus booster satu di antara empat vaksin… Satu dari empat vaksin yang diakui Saudi,” ujarnya.

     Selain itu, lanjutnya, untuk vaksin juga perlu pengaturan teknis seperti di mana dan kapan vaksin disuntikkan.

     Dia pun menambahkan bahwa hingga saat ini belum ada sinyal dari pihak Arab Saudi terkait apakah izin masuk bagi jamaah umrah asal Indonesia akan segera dibuka. “Sampai sekarang belum. Semoga segera ada pengumuman itu,” tuturnya. (ant/m11)

  • Bagikan