Waspada
Waspada » Ancam Penggal Guru, Murid SMA Prancis Ditahan
Internasional

Ancam Penggal Guru, Murid SMA Prancis Ditahan

PARIS, Prancis (Waspada): Seorang remaja SMA di Prancis ditangkap setelah dia mengancam bakal memenggal gurunya seperti insiden pemenggalan terhadap Samuel Paty beberapa waktu yang lalu.

Dilansir AFP, Minggu (22/11/2020) pria 17 tahun di Kota Annecy itu mengirimkan pesan kepada teman-temannya di grup Snapchat dan bertanya apakah ada yang bersedia menjadi eksekutor si guru.

Kepolisian kota di tenggara Prancis itu menyatakan, si pelajar bahkan berkoar bahwa dirinya berniat menjadikan si guru seperti Samuel Paty.

Ia dipenggal ketika sedang berjalan pulang dari sekolahnya oleh Abdoullakh Anzorov, remaja 18 tahun asal Chechen, pada 16 Oktober.

Guru Sejarah dan Geografi itu dibunuh setelah menunjukkan kepada murid-muridnya kartun Nabi Muhammad, sebagai bagian dari materi kebebasan berekspresi.

Seorang murid di grup Snapchat itu merasa terkejut dengan ancaman pelaku, sehingga dia segera memeringatkan gurunya secara anonim. “Mereka mengirimkan pesan tanpa menyebutkan identitansya kepada pengajar untuk memeringatkannya,” jelas polisi Annecy kepada France Bleu.

Sang guru segera mengisi laporan ke polisi setelah dia melihat tangkapan layar di Snapchat. Kepolisian bergerak cepat dengan menangkap murid 17 tahun di rumah orangtuanya, di mana dia mengakui sudah mengirim pesan bernada ancaman tersebut.

Kepada penegak hukum, si pelajar mengaku dia mengirimkan ancaman itu hanya sebagai lelucon.

Tapi, dia mengakui punya masalah dengan gurunya pada tahun lalu. La Voix du Nord melaporkan, karena sudah tidak lagi dalam kelas gurunya, si pelajar meminta teman-temannya untuk mengirim pesan pembunuhan kepada pengajarnya.

Kapten Sandra Bernard menuturkan, remaja yang tak disebutkan identitasnya itu dikenal punya masalah perilaku di sejumlah tempat. Tetapi kepada penyidik, dia membantah memang berencana memenggal gurunya.

Adapun si guru dilaporkan tidak masuk dengan alasan sakit. Si remaja dihadapkan ke pengadilan anak-anak di Annecy atas tuduhan ancaman pembunuhan, dan memprovokasi orang lain untuk melakukan kejahatan.

Pembunuhan Samuel Paty oleh Anzorov memunculkan kemarahan publik Prancis, dengan Presiden Emmanuel Macron mengeluarkan sikap tegas. Macron menegaskan bakal mengambil aksi tegas untuk menindak atas ekstremisme yang menyerang Prancis sejak 2015, dan membunuh 250 orang.

Penindakan perlu dilakukan karena sejak Paty dipenggal, terdapat banyak kasus di sekolah “Negeri Anggur” di mana murid-murid mengancam gurunya.

Pada November ini, polisi menginterogasi bocah 10 tahun yang mendukung pemenggalan Paty, dan mengancam bakal membunuh gurunya jika melecehkan Nabi Muhammad. (afp/m11)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2