Waspada
Waspada » 701 Sipil Tewas Di Myanmar, Bank Militer Dibom
Headlines Internasional

701 Sipil Tewas Di Myanmar, Bank Militer Dibom

Sejumlah demonstran antikudeta di Yangon, Myanmar, melarikan diri dari kejaran pasukan keamanan. Hingga Minggu, warga sipil Myanmar yang tewas akibat kebrutalan pasukan kemanan mencapai 701 orang. AP

YANGON, Myanmar (Waspada): Warga sipil Myanmar yang tewas akibat kebrutalan pasukan kemanan Myanmar sejak kudeta militer 1 Februari mencapai 701 orang, demikian data kelompok hak sipil Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik (AAPP), Minggu (11/4/2021).

Angka ini melonjak drastis setelah 82 warga sipil tewas akibat bentrokan pada Kamis dan Jumat di Kota Bago, sekitar 65 kilometer dari Yangon, seperti dikutip dari AFP.

Kantor perwakilan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Myanmar dalam cuitan pada Sabtu malam mengungkap, mereka mengikuti perkembangan serangan berdarah di Bago.

Disebutkan, para korban luka dalam bentrokan ditolak mendapatkan perawatan di rumah sakit. Sementara itu jumlah warga sipil yang tewas versi junta militer jauh di bawah data AAPP, yakni 248 orang hingga Jumat.

Meskipun korban terus berjatuhan, warga Myanmar tak mengendurkan aksi mereka. Pada Minggu, massa kembali turun ke jalan di beberapa bagian negara. Mahasiswa universitas dan dosen melakukan longmarch di jalan-jalan Kota Mandalay dan Meiktila.

Insiden juga terjadi pada Minggu di Mandalay. Seorang penjaga keamanan luka akibat ledakan bom di sebuah bank yang dikelola militer. Kantor cabang Bank Myawaddy menjadi sasaran serangan. Setelah kejadian petugas keamanan menjaga ketat kantor bank tersebut.

Bank Myawaddy merupakan salah satu dari sejumlah bisnis yang dikendalikan militer. Banyak nasabah yang tidak bisa menarik uang mereka setelah negara Barat menjatuhkan sanksi atas bisnis yang dikelola militer.

Di Yangon, demonstran membawa spanduk yang bertuliskan, “Kami akan meraih kemenangan, kami akan menang.”

Hal yang sama dilakukan massa di Kota Monywa, disertai pesan politik yang ditulis di daun serta menyerukan agar PBB turun tangan untuk mencegah pertumpahan darah lebih lanjut.

Warga di seluruh Myanmar juga didesak ikut serta dalam demonstrasi menyalakan obor di lingkungan masing-masing pada Minggu malam. (afp/m11)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2