30.000 Orang Di Prancis Terinfeksi Covid-19 Dalam Sehari

  • Bagikan
Seorang petugas rumah sakit merawat pasien yang terinfeksi corona di Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Centre Cardiologique du Nord, Saint-Denis, dekat Paris, Prancis. Gelombang kelima Covid-19 menginfeksi 30.000 orang dalam sehari di negeri itu. Reuters

     PARIS, Prancis (Waspada): Prancis kini telah memasuki gelombang kelima wabah Covid. Sebanyak 30.000 orang terinfeksi virus itu dalam sehari. Ini adalah pertama kalinya sejak Agustus jumlah kasus baru harian Covid-19 di Prancis melebihi level tersebut.

     “Hari ini, kami mengumumkan 30.000 kasus selama 24 jam. Itu adalah peningkatan yang sangat besar dalam tingkat infeksi. Ini menunjukkan bahwa kita, sayangnya, berada dalam gelombang kelima epidemi,” kata Menteri Kesehatan Prancis, Olivier Veran, kepada anggota parlemen negara itu, Selasa waktu setempat, seperti dikutip Reuters, Rabu (24/11/2021).

     Saham Eropa merosot ke level terendah dalam tiga pekan terakhir pada Selasa kemarin. Ini sekaligus menjadi sesi terburuk pasar Benua Biru dalam hampir dua bulan terakhir, disebabkan oleh kebangkitan kasus Covid-19 yang menimbulkan kekhawatiran akan pemberlakuan pembatasan yang lebih ketat.

     Penambahan 30.000 kasus di Prancis kali ini akan menjadi yang tertinggi sejak penambahan 30.920 kasus yang tercatat pada 8 Agustus lalu—yang juga menjadi puncak kasus baru harian selama gelombang wabah keempat di negara itu.

     Prancis mencatat rekor harian tertinggi kejadian infeksi virus corona pada 7 November 2020. Kala itu, negara Eropa itu membukukan 86.852 kasus baru hanya dalam tempo 24 jam. Jumlah pasien Covid yang dirawat di unit perawatan intensif (ICU) di Prancis juga naik pada Selasa menjadi 1.455 kasus.

RS Belanda kewalahan

     Sementara itu, otoritas Belanda pada Selasa mulai membawa pasien Covid-19 ke Jerman untuk mengurangi tekanan pada rumah sakit Belanda, yang berjuang menangani lonjakan kasus virus Corona.

     Seperti diberitakan Reuters dan Channel News Asia, Rabu (24/11/2021), otoritas kesehatan menyatakan, seorang pasien telah dipindahkan dengan ambulans dari Rotterdam ke sebuah rumah sakit di Bochum, yang berjarak sekitar 240 km, pada Selasa pagi. Seorang lagi pasien akan menyusul dikirim ke Jerman di hari yang sama.

     Jumlah pasien Covid-19 di rumah sakit Belanda telah membengkak ke level tertinggi sejak Mei dalam beberapa pekan terakhir, dan diperkirakan akan terus meningkat karena jumlah kasus infeksi melonjak ke level rekor.

     Rumah sakit di Jerman secara total telah menawarkan 20 tempat tidur untuk pasien dari Belanda. Sebelumnya, rumah sakit di Jerman telah merawat puluhan pasien dari Belanda selama gelombang pandemi sebelumnya.

     Pada Senin, 470 dari total 1.050 tempat tidur perawatan intensif (ICU) di Belanda digunakan untuk pasien COVID-19. Banyak rumah sakit juga sudah mengurangi perawatan rutin, termasuk perawatan kanker dan operasi jantung, untuk mengamankan ruang yang cukup untuk kasus COVID-19.

     Untuk mengendalikan penyebaran virus Corona, pemerintah Belanda telah berencana memberlakukan pembatasan lebih lanjut. Namun, rencana itu memicu kerusuhan tiga malam mulai Jumat (19/11) lalu, dan lebih dari 170 orang telah ditangkap di kota-kota di seluruh negeri. (reuters/m11)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *