Imam Masjid Agung Dipecat Bupati Simeulue, Publik Marah

TINDAKAN pemecatan salah seorang Imam Masjid Agung Khalilullah Kabupaten Simeulue, Supriadi, oleh  Bupati Simeulue melalui "tangan" Kadis Syariat Islam, memantik kemarahan publik.

Imam Masjid Agung Dipecat Bupati Simeulue, Publik Marah
KIRI atas Anggota DPRK Simeulue dari Partai Demokrat, Syahrian alias Iyan Pinang Mas. Kiri bawah Kadis Syariat Islam Simeulue. Kanan atas Fansu Hendric dan Kanan Bawa Hardani. Waspada/Ist

Sebagian masyarakat menganggap itu semena-mena. Bahkan tokoh masyarakat, diantaranya mantan Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Simeulue (IPPELMAS) Banda Aceh, Fansu Hendric sebagaimana dilansir sebuah media online pemecatan itu adalah zalim dan feodal.

Kecaman dan pengutukkan juga disampaikan Ketua Pemuda Desa Suka Jaya, Sinabang yang juga Mantan Presiden Mahasiswa Perguruan Tinggi Al-washliyah Aceh, cara itu katanya tidak mencerminkan akal sehat.

Bahkan menurut Hardani Pemerintah Kabupaten Simeulue yang saat ini dipimpin Bupati Erli Hasim yang sedang tersandung video mesum seakan mempertontonkan gaya Nazi-Hitler.

Seharusnya menurut Hardani pemecatan haruslah melalui proses panjang dengan memberikan (SP 1) dan( SP 2 ) terlebih dahulu, tidak langsung main pecat begitu saja.

”Itu menunjukkan arogansi seorang pimpinan terhadap bawahannya, apalagi beliau itu seorang Imam yang sering mengharumkan Kabupaten Simeulue, melalui syi’ar agama, MTQ tingkat Provinsi, dan beliau juga seorang pendamping Khafilah MTQ Simeulue, baru baru ini," tambah dia.

Kecaman atas pemecatan Imam Masjid itu juga disampaikan salah seorang anggota DPRK Simeulue dari Partai Demokrat, Syahrian alias Iyan Pinang Mas disebuah grup WhatsApp. 

Berikut pernyataan lengkap Wakil Rakyat Simeulue dari Partai Demokrat yang sebelum jadi politisi dia menggeluti dunia kontraktor itu.

Katanya, "kondisi saat saat skrg ini menurut saya pemda kita sering panik jadi akhir2 ini agak sensitive menanggapi segala sesuatu maka jadinya begini seharusnya pemerintah buat kebijakan dgn musyawara sesama penasehat atau mitra yg baik klu pak kadis syariat Islam merasakan bawahan lsg ikut arahan seharusnya juga berfikir dgn memberikan saran yg baik pula, jabatan itu bukan segalanya hanya sesaat setelah itu apa artinya,... maka kedepan pak kadis jgn main comot aja karna perintah".

Kecaman juga sebelumnya sebagaimana dilansir sejumlah media online disampaikan Ketua IPPELMAS Aceh Barat, Ahmad Hidayat. IPPELMAS Banda Aceh serta kalangan masyarakat kebanyakan serta elit elit partai politik Pulau Simeulue. 

Teranyar berhembus kabar menyikapi kesewenang wenangan Bupati Simeulue kepada Ulama akan ada gerakan massa, unjuk rasa besar-besaran.

Penelusuran Waspada penyebab sang Imam Masid Agung Simeulue itu dipecat, Ia mempertanyakan di salah satu Grup WhatsApp soal bonus bagi para juara peserta MTQ Aceh ke 32 beberapa waktu lalu karena dia seorang pendamping dan pelatih.

Alih-alih dapat reward malah yang di dapat adalah pemecatan sebagai Imam Masjid karena dianggap tidak memahami dan mendukung kebijakan sang "raja".

Kadis Syariat Islam Simeulue, Drs. Hasbi Endra yang dikonfirmasi ke kantornya beberapa hari lalu tidak ketemu, saat dihubungi via seluler Minggu (10/11) menyatakan sedang diperjalanan menuju Banda Aceh.

Dari balik seluler dia tidak menampik tetang pemberhentian Supriadi dari Imam Masjid namun hal itu adalah bukan dia yang memberhentikan tapi Bupati.

"Bukan saya yang memberhentikannya tapi pak Bupati. Bupati yang menandatangani SK pemberhentiannya. Saya hanya menjalankan tugas," jawabnya.

Lebih lanjut dia menerangkan Supriadi dipecat atas dasar komentarnya di Medsos soal janji Bupati Simeulue Erli Hasim terkait bonus kepada peserta MTQ.

Kata Hasbi Endra, janji itu memang pernah ada disampaikan oleh Bupati Simeulue pada suatu acara namun realisasinya tidak pada APBK murni melainkan pada APBK-P 2019. "Mestinya dia sabar," timpal Kadis itu. (Crm)