Hubungan Sumut - Aceh Terancam Putus

P. BRANDAN (Waspada): Jalan nasional yang amblas di kawasan Kel. Tangkahandurian, Kec. Brandan Barat, sudah semakin parah. Kondisi ini mengancam terputusnya hubungan darat antar provinsi Sumatera Utara dan Aceh.

Hubungan Sumut - Aceh Terancam Putus
Kondisi ruas jalan yang amblas di jalan lintas Medan-Aceh, Kec. Brandan Barat, sudah semakin parah, namun tak kunjung diperbaiki. Waspada/Asrirrais

Kondisi amblas sudah melewati seperdua dari lebar jalan. Kenderaan yang melintas di jalan penghubung antar kedua provinsi ini terpaksa harus bergantian, karena kondisi jalan sudah semakin menyempit akibat amblas yang terus melebar.

Ruas jalan ini beberapa bulan yang lalu sudah pernah diperbaiki pasca amblas, namun kini, kembali amblas. Aspal yang baru dibangun juga telah hancur total, bahkan beronjong yang didirikan di pinggiran jurang sisi kiri jalan untuk penahan longsor, kini telah bergeser

Ironisnya, upaya perbaikan yang gagal tidak terus dilanjutkan kembali. Ruas jalan ini sudah 8 bulan dibiarkan amblas. Meski telah banyak menelan korban bagi para pengendara, tapi sampai kini belum ada tindakan dari instansi terkait untuk memperbaiki secara total.

Pemerintah terkesan tidak peduli terhadap kondisi kerusakan jalan yang sudah cukup parah. Padahal, jalan ini tidak hanya dapat mengancam keselamatan jiwa pengendara, tapi juga dapat menghambat kelancaran distribusi arus barang dan jasa dari kedua provinsi.

Pantauan Waspada di lapangan, Senin (12/8), kondisi amblas sudah melewari garis putih median jalan. Kenderaan yang melintas dari arah Medan menuju Aceh harus bergantian melintas, karena lebar badan jalan sudah semakin mengecil.

Di lokasi ini menjadi sumber kemacetan, karena kenderaan harus bergantian saat melintas. Warga setempat secara sukarela turun membantu mengatur kelancaran arus lalulintas. Dari hasil menjual jasa ini, mereka mendapat recehan dari sopir yang bermurah hati.

Salah seorang sopir mengatakan, peran warga setempat sangat besar untuk mengantisipasi kecelakaan lalulintas, khususnya pada malam hari, mengingat ruas jalan ini berada pada posisi tikungan dan kondisinya juga gelap karena tidak ada lampu penerangan jalan.

Sejumlah pihak mengaku kecewa sekaligus kesal terhadap pemerintah yang dianggap abai terhadap kondisi kerusakan jalan yang sudah cukup parah akibat amblas. "Saya melihat seperti ada kesan pembiaran dari instansi yang berkompeten," kata Hasim, salah seorang pengguna jalan dengan nada kesal.

Dia mengaku tak habis pikir kenapa pihak terkait seperti menutup mata atas kondisi ini, padahal keberadaan jalan nasional ini sangat vital dan fungsinya sangat strategis untuk mendukung kelancaran perekononian antar provinsi. "Kita minta pemerintah segera turun tangan memperbaikinya," tandasnya. (a02)