Hikmah Berwudhu

Oleh Tantomi Simamora

Hikmah Berwudhu

“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan.

 

Lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur" (QS. Al-Maidah: 6)

Hal yang paling mendasar dalam belajar ilmu fiqih thaharoh (bersuci). Salah satu bersuci dalam Islam adalah berwudhu, yang juga ibadah yang menentramkan hati.  Nabi Muhammad SAW bersabda: “Sesungguhnya umatku akan dipanggil pada hari kiamat nanti dalam keadaan dahi, kedua tangan, dan kaki mereka bercahaya karena bekas wudhu” (HR. Bukhari Bo. M136 dan Muslim No.246). 

Jadi, wudhu kelak di hari kiamat akan menjadi salah satu ciri orang beriman. Wudhu akan memancarkan cahaya yang berkaca-kaca. Dari cahaya itulah Nabi Muhammad SAW mengenal umat Beliau. Semoga kita semua kelak di hari kiamat dikenal oleh nabi Muhammad SAW. Banyak pendapat para ulama dan tokoh ilmuan dunia yang mengatakan wudhu bisa mengobati penyakit manusia. 

Dr Ahmad Syauqy Ibrahim, peneliti bidang penderita penyakit dalam dan penyakit jantung di London mengatakan, ''Para pakar sampai pada kesimpulan mencelupkan anggota tubuh ke dalam air akan mengembalikan tubuh yang lemah menjadi kuat, mengurangi kekejangan pada syaraf dan otot, menormalkan detak jantung, kecemasan, dan insomnia (susah tidur).

 

'' Memang bila kita melihat dari sudut kacamata kesehatan, wudhu sangat banyak manfaatnya. Coba kita perhatikan, anggota badan yang dibasuh ketika berwudhu adalah anggota badan yang sering terbuka yang sangat rentan didatangi kuman.

Hikmah dari keutamaan wudhu, pertama, wudhu adalah ilmu Allah yang sanggup menghancurkan segala kotoran, baik yang bersifat lahir maupun yang bersifat bathin.

Kedua, whudu adalah adab. Tentu sebelum kita berhadapan dengan Allah SWT seperti ingin melaksanakan ibadah shalat, membaca Alquran terlebih dahulu memastikan kebersihan dirinya yang berujung kepada kebersihan jiwa. Agar mudah mendapat keridhaan dari Allah SWT tentu harus dengan kejernihan hati. 

Ketiga, berwudhu untuk menjaga prilaku dari segala maksiat. Sebab orang yang membiasakan berwudhu tentu akan selalu mengingat Allah SWT. Dengan selalu mengingat Allah SWT, otomatis kita termasuk orang terjaga, terpelihara dari segala tipu daya Setan.

Dengan membiasakan berwudhu, dengan sedirinya kita akan merasa risih melakukan perbuatan maksiat. Keempat, wudhu sebagai pemecah masalah kehidupan. Ketika sedang menghadapi permasalahan rumit, jangan ambil keputusan sebelum mengambil wudhu. Sebab air wudhu akan menjernihkan pemikiran manusia.

Keempat, wudhu untuk menemukan ide kreatif. Bukankah ulama zaman dahulu ketika menulis buku selalu diawali berwudhu. Bahkan di sela pemanasannya juga selalu diiringi dengan wudhu dan shalat. Hal ini menunjukkan wudhu memiliki banyak manfaat yang belum kita ketahui.

Namun dengan memahami wudhu secara sempurna serta sunnah-sunnahnya, nantinya kita sendiri akan menemukannya.

Kelima, wudhu mengajari kita istiqomah. Karena wudhu yang berulang-ulang pasti akan meninggalkan bekas yang mampu menunjuki kita kepada jalan yang benar. Ketika kita sudah berada pada jalan kebenaran, otomatis kita termasuk orang yang punya pendirian, karena tidak mudah dipengaruhi lingkungan yang tidak benar.

Itulah indahnya agama Islam. Allah SWT tidak sekedar menciptakan manusia, tetapi meliputi segala kepentingannya.  Semoga kita termasuk orang-orang yang selalu menjaga wudhu. Aamiin yaa Rabbal ‘alamain.