Waspada
Waspada » Wawancara Dengan Artis Batak Senior, Jhony S Manurung.
Hiburan

Wawancara Dengan Artis Batak Senior, Jhony S Manurung.

Artis Batak senior, sekaligus pencipta lagu , Jhony S Manurung (kiri) bersama Jetua Aliansi Masyarakat Papatar,  Robby Seven Purba, ST , (kanan) (Waspada/Andy Yanto Aritonang)

JAKARTA (Waspada) Salah seorang artis Batak senior, sekaligus pencipta lagu, Jhony S Manurung tidak memungkiri adanya kelemahan lagu – lagu Batak yang diciptakan saat ini, sehingga tidak bertahan lama. Artinya bisa satu lagu Batak seketika cukup populer tetapi hanya hitungan bulan sudah redup.
Disamping itu banyak juga lagu lagu Batak yang kecenderungan diciptakan lebih ke arah untuk mendapatkan materi tanpa memikirkan pesan – pesan yang akan disampaikan apakah mendidik atau tidak.

“ Kalau dulu kita menciptakan lagu selalu mengedepankan pesan moral. Memang kita menciptakan lagu berusaha untuk populer dan diterima masyarakat guna mendapatkan uang, tetapi kita dulu menciptakan lagu lebih mengedepankan pesan pesan moral dan mendidik,” ujar pria yang sudah menciptakan ratusan lagu lagu Batak ini.

Sekarang, tambah Jhony, ada kencendrungan lagu diciptakan hanya untuk mendapatkan duit, soal apa pesan yang ingin disampaikan dalam lagu itu persoalan kedua.

Jadi itulah menurut saya lagu – lagu sekarang dibanding dengan lagu lagu Batak dulu,“ tambahnya saat berbincang – bincang dengan Waspada di Codian, Cililitan Jakarta Timur,Jumat (2/10).

Menurut Jhony S Manurung, yang saat ini memunculkan kembali nama Maduma Plus, lagu lagu lama sampai saat ini bisa bertahan dan diminati masyarakat sebagai bukti bahwa para pencipta lagu dulu sangat ketat dalam memilih kata kata. Kandungan moral yang terdapat dalam setiap liriknya harus benar-benar menjadi sebuah pesan yang menyentuh sekaligus bisa memotivasi.

Ketika ditanya saat ini ada keprihatinan sebab ada lagu yang dinyanyikan di pesta pesta Batak tetapi lagu itu tidak pas dibawakan di pesta pesta Batak, utamanya di pesta pernikahan .

“Kelian aja mendengarkan prihatin apa lagi saya sebagai pencipta lagu,” katanya

Menyinggung di masa pandemi Covid 19, Jhony S Manurung mengakui situasi sekarang ini membuat keadaan sulit dan keadaan ini berimbas juga kepada artis artis Batak.

“ Situasi pandemi ini memang sangat sulit, bahkan imbasnya bagi artis artis Batak sangat berat,” akunya.

Soal tidak dibolehkannya kampanye pemilihan kepala daerah (Pilkada) ,salah seorang artis yang dikenal sebagai Si Raja Andung ini menilai para seniman harus siap menerima segala resiko demi masyarakat luas.

“ Apa pun keputusan pemerintah untuk memutus pandemi ini harus kita terima dan memang kalau sudah banyak orang berkumpul dan artis menyanyi, orang tidak mungkin tidak bergoyang .

Menurut saya keselamatan rakyatlah yang utama , pungkas Jhony S Manurung (J05).

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2