Waspada
Waspada » Tren Berwisata Usai Covid-19 Berubah, Bakal Kedepankan Sustainable Tourism
Hiburan

Tren Berwisata Usai Covid-19 Berubah, Bakal Kedepankan Sustainable Tourism

JAKARTA (Waspada). Bencana non alam Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang melanda hampir 200 negara termasuk Indonesia, turut membawa perubahan tren berwisata.

Founder & Chairman MarkPlus, Inc, Hermawan Kartajaya mengatakan sektor pariwisata adalah sektor paling terdampak pandemi Covid-19 dan kemudian berimbas ke sektor-sektor lain.

“Sekarang semua sadar ketika pariwisata stop, ekonomi juga stop. Semua baru sadar bahwa pariwisata adalah tulang punggung ekonomi. Covid-19 ini menarik, karena kedepan pariwisata tak akan pernah sama lagi,” terang Hermawan saat diskusi virtual/daring bertema Industry Roundtable Tourism and Hospitality Industry Perspective, baru-baru ini.

Hermawan menilai walau diterpa COVID-19, Bali menjadi contoh bagus dalam mengkombinasikan “God, people, nature” dalam sektor pariwisata.

Dia memprediksi setelah serangan virus super duper mungil yang mematikan ini akan semakin banyak wisatawan yang menuntut pariwisata tidak hanya dari segi harga, tetapi juga keberlangsungan lingkungan di destinasi tujuan.

Wisatawan selepas Covid-19 berakhir pastinya akan menginginkan destinasi berkualitas dengan alam dan keamanan yang lebih baik dan juga memiliki sistem mitigasi.

“Kalau bicara bertahan atau surviving itu sudah pasti. Sekarang tinggal bicara preparing atau mempersiapkan ketika wisatawan kembali setelah Covid-19,” imbaunya.

Menurutnya Bali bisa menjadi contoh dan punya ketahanan. “Nusa Tenggara Barat juga sekarang sedang preparing karena melihat potensi di masa depan. Seperti yang sudah saya katakan, daerah-daerah tersebut sadar bahwa pariwisata adalah penggerak ekonomi,” urainya.

Nara sumber (narsum) lainnya, Sekretaris Kemenparekraf Ni Wayan Giri Adnyani menjelaskan, pihaknya terus mempersiapkan diri sesuai perubahan tren baru berwisata usai pandemi Covid-19.

“Kami akan menyiapkan destinasi sesuai dengan kondisi new normal. Destinasi itu disiapkan dengan mengedepankan prinsip sustainable tourism, termasuk didalamnya soal kesehatan dan keamanan,” terangnya.

Dia juga mengatakan pemerintah membagi tiga tahapan dalam penanganan Covid-19 yakni masa tanggap darurat, pemulihan, dan normalisasi.

Pemerintah, lanjutnya juga telah merealokasi anggaran dan menerapkan program khusus selama masa tanggap darurat COVID-19.

“Realokasi akan diarahkan untuk berbagai macam program yang sifatnya pendukungan masa tanggap darurat untuk membantu sektor pariwisata dan ekonomi kreatif,” ungkapnya.

Di forum ini, Giri meminta semua pihak terkait untuk bisa berkolaborasi dalam menghadapi situasi sulit seperti saat ini.

Selain dua narsum tersebut, juga ada pembicara lain seperti Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati dan Ketua GIPI Bali Ida Bagus Okanentru Agung Partha. (Adji K)

Foto: dok.birkom kemenparekraf.

Captions:
1. Destinasi berkualitas dengan alam dan keamanan yang lebih baik dan juga memiliki sistem mitigasi akan diminati wisatawan usai Covid-19.
2. Sekretaris Kemenparekraf Ni Wayan Giri Adnyani siapkan destinasi sesuai dengan kondisi new normal.

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2