Waspada
Waspada » Snot Sound: “Bebal GIGS” Lepas Candu Musik Underground
Hiburan

Snot Sound: “Bebal GIGS” Lepas Candu Musik Underground

SALAH satu penampilan di acara Snot Sound: “Bebal GIGS". Waspada/Ist
SALAH satu penampilan di acara Snot Sound: “Bebal GIGS". Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): “Kita chaos bukan berarti bar-bar!!! Kita liar tapi tetap sportif!!! Kita muda kita kreatif!!!” Lantang suara Roji (MC Snot Sound) seraya memberi semangat kepada audience.

Kemudian teriakan, lompatan, stage dive, headbang, moshing, segala ekspresi muda-mudi di hari itu tampak begitu nyata dan membara layaknya api yang seirama dengan ingar-bingar alur distorsi dan pacu dentuman drumm.

Mereka terlihat amat menikmati setiap nada dan tetes keringat yang mereka ciptakan bersama.

Minggu, 28 Maret 2021 ruko dengan 3 pintu dan 3 lantai di Jalan Pancasila padat oleh muda-mudi yang sedang menantikan performance band-band lokal dalam pertunjukan (gigs) digelar Snot Sound bersama sama sisi sebagai gandengannya untuk melepas rasa haus dan rindu kawan-kawan terhadap euphoria konser musik underground.

Hadir dengan formasi tim yang baru Snot Sound memantapkan lintas genre grunge x punk sebagai konsep acaranya secara kolektif. Acara ini kemudian diberi tajuk “BEBAL”.

Nama ini dipilih dari sekian banyak opsi yang telah didiskusikan anak-anak Snot Sound jauh hari sebelum acara. “Kenapa bebal? Ya, karena kalo gak bebal berarti bukan kita hahaha”; “rock n roll man,” sahut Hadi dan Nanda (Tim keamanan snotsound) sambil mengacungkan salam metal.

Meskipun bukan acara yang besar, namun tim panitia tetap menyiapkan rangkaian protokol kesehatan dan mewajibkan audience membawa maskernya masing-masing untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19.

Lantai 1 digunakan sebagai tempat parkir, lantai 2 digunakan sebagai ruang gigs di mana muda-mudi sedang berekspresi dalam musik bersama band-band lokal sebagai performer, sementara lantai 3 (rooftop) dipenuhi anak-anak junkie yang sedang bermain skateboard.

Dengan merogoh kocek seharga Rp10.000 stempel Snot Sound pun melekat di kulit pengunjung sebagai penanda tiket masuk, tidak hanya itu pengunjung juga mendapatkan stiker gratis.

Pengunjung tampak antusias menonton penampilan dari band-band lokal di panggung BEBAL. “Wahh, kalau ini jauh banget sih, di luar ekspektasi kami. Iya, gak nyangka awak se-respect itu masih anak Medan sama gigs lokal di masa kayak sekarang ini,” ungkap Ryo dan Azis (Tim ticketing snot sound).

Nilai Kesetaraan

Berlandaskan semangat kolektif, tidak hanya dalam kebutuhan internal acara, namun demi menjunjung nilai kesetaraan antara band performer acara pun dimulai dengan penentuan rundown dengan kertas undian yang dikocok MC Snot Sound, yaitu Haekal dan Roji.

Tercatat 9 band performer dalam acara ini dimulai pukul 17.30 oleh Promise Junkies, kemudian disusul selepas maghrib Dimension Lane, Red Konspirasi, Sound Buzz, Mollors, Blown To Atom, Stigmata, Nostrill, dan akhirnya ditutup pukul 21.00 dengan penampilan dari Dumbies.

“Iya, biar gadak cerita band lama, band baru, band atas, band cupu, semuanya punya hak yang sama di sini. Kita semua merintis sama-sama, jadi harus saling support,” jelas Yatta dan Rangga (Tim enginering Snot Sound).

Menurut mereka, persatuan antarmusisi adalah satu-satunya jalan untuk menciptakan perdamaian dan membuat masyarakat lebih menghargai karya-karya musisi lokal, sehingga gigs lintas genre secara kolektif ini dibuat untuk mempererat tali silaturahmi para musisi lokal, baik tua ataupun muda dari genre dan skena manapun.

Tidak hanya itu, tim snot sound juga menyimpan harapan besar kepada muda-mudi yang hadir agar terangsang untuk membuat band mereka sendiri dan menciptakan regenerasi dalam bermusik.

Live Sablon

Di samping dari live performance band-band lokal dan muda-mudi yang sedang tenggelam dalam ekspresi apresiasi seni, Anda bisa menemukan live sablon dikerjakan langsung salah satu pengisi acara, yaitu Tulank (gitaris Stigmata) salah satu dedengkotnya punk hc di Medan.

Beberapa pengunjung tampak membawa kaos polos yang hendak disablonkan dengan design flyer acara oleh Tulank dengan harga yang cukup ekonomis yaitu lima belas ribu rupiah/pcs.

Bertepatan dengan malam Nisfu Sya’ban Sheila dan Noufal (founder & co-founder snot sound) mengaku telah berdo’a agar gigs kali ini tidak terhambat oleh hujan, meskipun akhirnya tetap hujan, namun gigs tetap berjalan dengan sukses.

Acara ini selesai dengan tertib dan diakhiri oleh sesi foto bersama tim panitia, para performer dan para pengunjung yang masih tersisa di basecamp.

“Kami ucapkan terimakasih sekali lagi untuk semua pelaksana dan semua teman yang men-support acara ini, terutama untuk orang tua kami LSM Penjara yang sudah memberikan kami wadah untuk berkreasi bersama di sini,” ungkap sheila.

“Sebesar apapun hambatannya dan sejauh apapun perbedaannya, musik akan mempersatukan kita semua,” timpal Noufal. (cas)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2