Waspada
Waspada » Puluhan Seleb AS Ramai-ramai Boikot Facebook
Hiburan

Puluhan Seleb AS Ramai-ramai Boikot Facebook

Sejumlah selebriti Hollywood seperti Kim Kardashian, Leonardo DiCaprio, Sacha Baron Cohen, Jamie Foxx, dan Jennifer Lawrence, serta penyanyi Katy Perry beramai-ramai memboikot Facebook terkait penyebaran kebencian, propaganda, dan misinformasi. Net

LOS ANGELES, AS (Waspada): Kim Kardashian dan puluhan selebriti lainnya mengumumkan bahwa mereka akan membekukan akun media sosial untuk memprotes penyebaran “kebencian, propaganda, dan misinformasi”. Para selebriti akan membekukan akun mereka selama 24 jam pada Rabu waktu setempat.

“Informasi salah yang dibagikan di media sosial berdampak serius,” tulis Kardashian West dalam sebuah pernyataan pada Selasa (15/9/2020) waktu setempat. Langkah tersebut merupakan bagian dari kampanye #StopHateforProfit yang diprakarsai sekelompok aktivis hak-hak sipil.

“Saya tidak bisa duduk dan diam saja sementara platform ini terus memungkinkan penyebaran kebencian, propaganda, dan misinformasi yang dibuat oleh kelompok-kelompok untuk menuai perpecahan dan memecah-belah Amerika,” kata Kim.

“Misinformasi yang dibagikan di media sosial berdampak serius pada pemilu dan merusak demokrasi kami,” imbuhnya. Selebritas lainnya yang telah setuju untuk ambil bagian dalam boikot termasuk aktor Leonardo DiCaprio, Sacha Baron Cohen, Jamie Foxx, dan Jennifer Lawrence, serta penyanyi Katy Perry.

“Saya tidak bisa diam saja sementara platform ini menutup mata terhadap grup-grup dan pos-pos yang menyebarkan disinformasi penuh kebencian,” tulis Perry di Instagram.

Aktor Ashton Kutcher, yang memiliki jutaan pengikut dan juga bergabung dengan boikot, mengatakan “perangkat ini tidak dibuat untuk menyebarkan kebencian [dan] kekerasan”.

Penyelenggara kampanye #StopHateforProfit, yang diluncurkan pada bulan Juni, menuduh Facebook dan Instagram tidak berbuat cukup banyak untuk menghentikan ujaran kebencian dan disinformasi.

Kelompok tersebut berfokus pada Facebook, yang juga memiliki Instagram dan WhatsApp, dan tahun lalu menarik pendapatan iklan sebesar hampir $70 miliar (Rp1,04 triliun).

Pada Juni, Facebook mengatakan akan melabeli kiriman yang berpotensi berbahaya atau menyesatkan yang tidak ditarik karena memiliki nilai berita.

Pendiri Facebook Mark Zuckerberg juga berkata perusahaan media sosial itu akan melarang iklan yang berisi klaim “bahwa orang dari ras, etnis, asal kebangsaan, afiliasi agama, kasta, orientasi seksual, identitas gender, atau status imigrasi tertentu” adalah ancaman bagi orang lain.

Sebagai akibat dari boikot tersebut, saham di Facebook jatuh secara dramatis dan media AS melaporkan bahwa kekayaan bersih pribadi Zuckerberg berkurang US$7,2 miliar.

Regulator dan pembuat kebijakan di seluruh dunia khawatir dengan pertumbuhan ujaran kebencian, tidak hanya di Facebook tapi di semua platform media sosial, dengan banyak negara membuka penyelidikan tentang bagaimana perusahaan teknologi menangani masalah ini. (afp/m11)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2