Nostrill: “Who Killed The Light” Ringtone Kegelisahan Anak Medan

Nostrill: “Who Killed The Light” Ringtone Kegelisahan Anak Medan

  • Bagikan
Nostrill band Medan. Waspada/Ist
Nostrill band Medan. Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Masa muda merujuk pada seseorang antara usia 17 sampai 25 tahun. Meskipun masa ini sering disebut-sebut sebagai masa keemasan, namun tidak sedikit anak muda yang terjebak dalam masa ini.

Dalam periode tersebut anak muda dituntut untuk mencari jati diri, membuktikan eksistensi, menemukan cita-cita yang ingin diraih dengan penuh semangat dan gairah, akan tetapi ternyata semangat itu perlu dikontrol dan dibina agar tidak berlebihan dan terjerumus kedalam hal-hal yang justru membawa keterpurukkan bahkan mendatangkan masalah yang besar sehingga masa muda seharusnya menyenangkan menjadi masa yang suram ceritanya.

                                             

Begitu pula dengan Nostrill band Medan digawangi anak-anak muda mengusung genre Grunge ini merasa ambil bagian dalam masa tersebut menyuarakan isi hati mereka dengan sebuah single bertajuk “Who Killed The Light” kalau diartikan dalam bahasa Indonesia berarti ‘Siapa Yang Membunuh Cahaya”.

Nostrill terbentuk pada 24 November 2019 beranggotakan Sheila Mahal (Vocal+Gitar), M.Ryanda Husein (Gitar), Jordy Kusuma (Drum), dan M. Rangga (Bass) saat ini masih menjalankan pendidikan di bangku universitas.

Nostrill sebagai band grunge menjadikan Pearl Jam, Stone Temple Pilots, dan RATM sebagai influence utama dalam bermusik. Komposisi yang dikembangkan Nostrill mengusung tema musik yang biasanya bergema di era-era 90s.

Nostrill mengaku semangat yang tertanam pada mereka tidak lain tidak bukan “Struggle To Elevate” dalam motivasi untuk terus memperbaiki diri dan menjadi lebih baik. Hal ini tercermin dari attitude dan lirik lagu yang kerap mengangkat tema self distraction. “Kami percaya satu-satunya cara untuk mencapai kata lebih baik adalah dengan bercermin kedalam diri”, kata Sheila Mahal suatu ketika kepada Waspada.

Nama “Nostrill” sendiri terpilih dalam pertimbangan artian sebagai lubang hidung yang merupakan organ paling penting dari tubuh manusia, yakni sebagai media penyambung nyawa. “Begitu juga kami yang mengartikan Nostrill dalam prioritas bermusik kami. Dengan harapan bisa memberikan nafas segar nan baru kepada seluruh penikmat musik”, sambung Rangga (Bassist Nostrill)

“Bagaimana perjalanan Nostrill sebagai band baru dalam skena musik grunge di kota Medan?”

Nostrill hadir ketika masa yang cukup sulit dalam skena musik grunge di Medan tepatnya pada tahun 2019 jika mengingat minimnya pergerakan atau bahkan band yang mengusung genre musik tersebut. Dalam perjalanan Nostrill sebagai sebuah band, penampilan pertama mereka bukanlah dipanggung grunge melainkan sebuah acara reguler diusung komunitas blues di sebuah kafe di Padang Bulan, dan itupun hanya sebatas “jamming session”.

Bermodalkan pengetahuan seadanya mengenai musik blues mereka memberanikan diri membawa lagu milik The Black Crowes “Hard To Handle” dan “Dirty Thrills- No Resolves”.

Selang dua hari setelahnya, band ini mendapatkan slot manggung di gigs diselenggarakan ITM. “Bagi kami sebagai band pemula, panggung ITM merupakan panggung terbaik yang pernah kami rasakan saat itu. Bagaimana tidak, dengan ukuran panggung dan sound yang cukup besar beserta audience yang sangat riuh nan supportif benar-benar menyanjung dan membakar semangat kami yang masih cupu ini”, Sahut Jordy (Drummer Nostrill).

Setelah beberapa kali nge-gigs, pada 1 April 2020, Nostrill mengeluarkan single pertamanya berjudul ‘It’s Been A Long Time’. Lagu ini bercerita tentang gangguan amarah yang meledak-ledak (Intermitten Explosive Disorder) atau biasa disingkat IED. It’s Been A Long Time juga telah terbungkus dalam rilisan fisik Album Kompilasi Serikat Grunge Sumatera dirilis 12 November 2020. Kemudian ‘Who Killed The light’ pun menyusul dengan rilisan video clip sebagai single kedua pada 7 Juli 2021 di kanal youtube milik Snot Sound.

“Single Who Killed The Light sebagai ringtone kegelisahan anak muda” Who killed the light adalah ringtone kegelisahan dari personel Nostrill yang kerap terjebak dalam kesalahan/dosa mereka sendiri. Bisa dilihat dari alur video clipnya yang berhubungan dengan single pertama ‘Its Been A Long Time’ tentang amarah yang meledak-ledak, lagu Who Killed The Light merupakan kelanjutan dari kisah tersebut yang menceritakan titik terendah dan tergelap dari pengalaman hidup seorang manusia.

Kekesalan, kebingungan, ketakutan, perasaan itulah yang tergambar jelas dalam lagu ini. Berawal dari sepenggal lirik “madness made me loose my mind”, intro who killed the light pun langsung menyambar setelah bunyi serinai ambulance berhenti yang kemudian membangunkan dia dari mimpi buruknya ke dunia yang ternyata sudah lebih buruk lagi.

Tepatnya di rumah sakit yang gelap dan menyeramkan, permainan cahaya lampu hidup-mati pun dimulai sebagai penanda kekacauan sedang terjadi dalam pikiran dan hatinya. Dengan 1/2 kesadaran dan segenap tenaga yang tersisa ia tertatih-tatih berusaha mencari jalan keluar dari kekacauan tersebut, namun dia tak kuasa meninggalkannya.

Perang dingin pun dimulai dalam pikirannya seraya bertanya-tanya siapa yang telah membuat dia terperangkap dalam lingkaran ini (dalam lirik who shot me in the dark). Hingga akhirnya dia berteriak dengan keras dan beberapa sahabat pun hadir membawanya lari dari lingkaran itu. Namun apakah dia benar-benar sudah terbebas atau belum?. “Tunggu kelanjutannya di single berikutnya yaa!!!”,seru Sheila (Vokalis Nostrill).

“Proses penggarapan single dan video clip”

Mengenai proses kreatif dalam mengaransemen lagu Who Killed The Light dikerjakan kurang lebih satu bulan. Diluar ekspektasi sebenarnya bukan lagu ini yang diagendakan rilis bulan Juli kemarin, namun karna eksistensi dari lagu ini lebih menonjol dan rampung dalam waktu yang lebih singkat maka lagu ini langsung di eksekusi sampai ke video clipnya, Ujar Ryan (Gitaris Nostrill).

Berlokasikan di sebuah klinik penyakit dalam, video clip tersebut digarap dalam kurun waktu 5 jam (take) secara DIY, satu hari (editing) bersama beberapa rekan mereka yang terlibat yaitu Zacharry Rully (cameraman) dan Noufal Jouhar (lightning designer) serta kucing Dodo the staring cat sebagai extra dari video ini.

“Pesan yang tersirat”
Untuk para wali, jangan paksa kami menjadi sesuatu yang tidak kami inginkan. Jangan membuat jarak antara kalian dan kami semakin jauh. Pahami kami, dukung dan bimbinglah kami sampai kami benar-benar matang dan mampu berdikari dalam hidup kami sendiri.

Sesungguhnya kami tidak ingin terjebak dalam kegelapan. Dan kepada para sahabatku, sadar dan bangkitlah dari keterpurukanmu. Mari kita berkarya untuk bertahan dalam keseharian hidup yang keras ini, begitu komentar mereka.
“Nostrill”
Youtube: Snot Sound
Instagram: @nostrill.id
Blog : nostrillofficial.blogspot.com.(m12)

  • Bagikan