Waspada
Waspada » Menyesal, Pembunuh John Lennon Merasa Pantas Dihukum Mati
Hiburan

Menyesal, Pembunuh John Lennon Merasa Pantas Dihukum Mati

Pembunuh John Lennon, Mark David Chapman, menyesal telah membunuh pentolan The Beatles itu dan merasa dirinya layak dihukum mati. Net

NEW YORK, AS (Waspada): Pembunuh pentolan The Beatles, John Lennon, mengatakan dirinya pantas mendapatkan hukuman mati atas tindakannya yang sangat tercela.

Mark David Chapman membuat komentar tersebut sebagai tanggapan atas pertanyaan dari dewan pembebasan bersyarat, yang menolak pembebasan bersyaratnya untuk ke-11 kalinya.

Dikutip dari Channel News Asia, Rabu (23/9/2020), pria 65 tahun itu menyatakan penyesalannya karena telah menembak mati Lennon di luar gedung apartemen di Manhattan, New York, 40 tahun silam.

“Saya membunuhnya, karena dia sangat, sangat, sangat terkenal dan itulah satu-satunya alasan dan saya sangat, sangat, sangat, sangat mencari ketenaran diri. Sangat egois,” kata Chapman.

Mengingat kejadian itu, Chapman menyebut tindakannya “menyeramkan” dan “tercela”. Dia bilang dia selalu memikirkan rasa sakit yang dia timbulkan pada istri Lennon, Yoko Ono.

“Aku hanya ingin dia tahu bahwa dia mengenal suaminya tidak seperti orang lain dan tahu pria seperti apa dia. Aku tidak,” katanya.

Chapman menembak dan membunuh Lennon pada malam 8 Desember 1980, saat dia dan Ono kembali ke apartemen mereka di Upper West Side, New York.

Lennon bahkan menandatangani salinan albumnya yang baru dirilis, Double Fantasy, untuk Chapman sebelumnya hari itu. “Dia benar-benar baik padaku hari itu,” kata Chapman.

Chapman menjalani hukuman 20 tahun hingga seumur hidup di Fasilitas Pemasyarakatan Wende, sebelah timur Buffalo. Dia mengatakan kepada dewan bahwa dia “tidak akan memiliki keluhan apa pun” jika mereka memilih untuk menahannya di penjara selama sisa hidupnya.

“Saya pantas tidak mendapatkan apa-apa, tidak ada. Saat itu saya pantas dihukum mati. Ketika Anda dengan sengaja merencanakan pembunuhan seseorang dan tahu itu salah dan Anda melakukannya sendiri, itu hukuman mati di sana, menurut saya,” katanya.

Dalam menolak pembebasan bersyaratnya, dewan mengatakan Chapman melakukan “tindakan jahat” dan mengatakan mereka menemukan pernyataan Chapman soal “Kekejian membuat Anda tenar” sangat mengganggu. Chapman bisa kembali mengajukan upaya pembebasan bersyarat lagi pada Agustus 2022. (can/m11)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2