Liga Komposer Muda 2022, Wacana Baru Riset seni Sumut

Liga Komposer Muda 2022, Wacana Baru Riset seni Sumut

  • Bagikan
Sekumpulan seniman Sumatera Utara mencetuskan ide Liga Komposer Muda 2022. Waspada/Ist
Sekumpulan seniman Sumatera Utara mencetuskan ide Liga Komposer Muda 2022. Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Hasil keluaran seni dalam bentuk praktik banyak ditemukan pada setiap sisi kehidupan, namun hal ini bukanlah sebentuk hal yang muncul secara tiba-tiba melainkan mengalami proses yang kompleks dan berjalan secara evolutif.

Antara riset dan seni hari ini di Sumatera Utara mengalami ketimpangan yang cukup drastis, ketika ide orisinal seni dibenturkan dengan kepentingan eksistensi bahkan kepentingan perut walaupun perjumpaan antar kepentingan itu adalah hal yang bersifat dialektis dan dapat dicari titik ekuilibriumnya.

Ketimpangan antara riset dan seni di Sumatera Utara menjadi momok yang menakutkan ketika memunculkan produk instan tanpa melalui proses yang intens. Bagi para artis yang bergelut pada pertemuan riset dan seni sebagai kerja kolaboratif antara akademis dan praktik, hasil keluaran seni yang instan itu adalah suatu bentuk pembenaran terhadap kesalahan prosedur yang terus diulang hingga hari ini.

Avena Matondang seorang pelaku seni menuturkan bahwa ketimpangan antara riset dan seni di Sumatera Utara sudah menjadi batu sandungan dalam proses berkarya secara lebih lanjut, yang ditingkahi oleh belum tersedianya institusi pendidikan bergerak dalam kajian seni murni dan menjadikan seni sebagai legitimasi terhadap sebentuk karya kosong tanpa nilai.

Pararel

Untuk menjembatani ketimpangan tersebut dan mengembalikan pada bentuk paralel yang seimbang, Avena Matondang dan beberapa rekan artis melakukan upaya dengan berkolaborasi melalui “Liga Komposer Muda” sebagai wadah yang menaungi para artis baik komposer musik maupun kreator seni lainnya dengan fokus pada pendekatan ‘Cross-Culture’.

Liga Komposer Muda dimaksudkan sebagai wadah berbagi dan menggali pemahaman seni pada akarnya, yakni berkarya secara orisinil berdasarkan ideologi kultural dan praktik seni mumpuni.
Sebagai kumpulan baru, Liga Komposer Muda sebagaimana dikemukakan oleh Avena Matondang, dibentuk untuk menemukan artis yang berkarya secara konsisten melalui proses dialektika seni dan riset secara aktif. Pada beberapa wilayah di Sumatera Utara setidaknya telah tercipta kantong-kantong seni pada artist atau kreator dengan bobot karya yang mumpuni.
Para artis komposer musik maupun kreator muncul merupakan anak muda yang paham dan memahami pentingnya pendekatan cross-culture sebagai wacana terhadap seni populer/trend yang mengikuti pada perkembangan lintas waktu semata serta menyadari posisi sebagai anggota masyarakat yang memiliki kontribusi signifikan terhadap laju perkembangan kebudayaan dan tidak menjadikan anak muda sebagai “kuli kebudayaan” penonton dari proses panggung melainkan sebagai sosok aktif yang memiliki signifikansi terhadap praktik kultural.

Avena Matondang telah mempersiapkan proses menuju Liga Komposer Muda dengan mengunjungi secara langsung para artis yang terus-menerus bergeliat dengan proses karya di beberapa wilayah di Sumatera Utara dengan latar belakang berkegiatan seni yang multi-kemampuan dan konsisten pada bidangnya.

Menambahkan hal tersebut, Horas Panjaitan turut bergabung sebagai penggagas Liga Komposer Muda mengatakan bahwa ruang ini tercipta sebagai solusi bagi kreator untuk dapat menyuarakan hasil karyanya pada level yang sesuai.

Beberapa komposer muda yang turut serta dalam Liga Komposer Muda ini mengatakan bahwa embrio terbentuknya Liga Komposer Muda ini merupakan bentuk wacana tanding dari praktik seni secara lokal maupun nasional yang berjalan secara timpang melalui unjuk karya komposer telah menjalani proses dialektika panjang.

Untuk menguatkan Liga Komposer Muda, Avena Matondang mengatakan setidaknya hingga saat ini telah tampak sejumlah bibit potensial komposer pada sayap musik dan seni gerak yang tersebar di beragam wilayah dan juga sedang melakukan elaborasi ide dan karya, ada yang berbentuk karya individual maupun karya yang bersifat komunal.

Liga Komposer Muda yang digagas ini juga melakukan gerak secara bersama menuju gelaran event yang direncanakan terlaksana di bulan Februari 2022 diharapkan sebagai keluaran hasil karya dari tiap komposer dan kreator serta memberikan wacana baru terhadap riset dan seni di Sumatera Utara yang seimbang dan lebih baik. (m12)

  • Bagikan