KARO (Waspada): Sinematografi Teater mengangkat judul Tendi Karo Volkano, sebuah proses Penciptaan Karya Kreatif Inovatif yang bersumber dari ekosistem gunung api di Karo telah menarik perhatian artis-artis tanah Karo untuk turut serta dalam proses ini, sebut saja Jacky Raju Sembiring, Tio Fanta Pinem, Moses Pinem, Mey Permata Tarigan, Usman Ginting dan Bejeng Ginting.
Keenam artis ini sangat popular di kalangan Masyarakat Karo. Tentunya kehadiran mereka dalam kegiatan yang diinisiasi Teater Rumah Mata yang didukung Dana Indonesiana dari Pemanfaatan Hasil Kelola Dana Abadi Kebudayaan Program Layanan Produksi Kegiatan Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi akan semakin meriah dan mendapat atensi lebih luas.
Mereka bersama dengan seniman-seniman dari berbagai daerah di Indonesia dalam Residensi Penciptaan Karya Kreatif Inovatif dari 21 Juli hingga 10 Agustus 2024 menjelajahi Taman Gunung Api tanah Karo. Ada rangkaian Eksebisi Karya yang dihadirkan dalam proses residensi seniman ini.
Kulcapi Jacky Raju Sembiring akan memecah keheningan Gardu Pandang Tongging pada 24 Juli 2024 mendatang.
Dalam Eksebisi Karya yang pertama seluruh seniman yang terlibat dalam Residensi Penciptaan Karya Kreatif Inovatif Sinematografi Teater “Tendi Karo Volkano” mempresentasikan interpretasinya terhadap teks Tendi Karo Volkano, lalu Jacky Raju Sembiring akan menghentak panorama Danau Toba dari Gardu Pandang Tongging lewat jari-jarinya yang lincah memainkan dawai kulcapi. Eksebisi Karya pertama di Gardu Pandang Tongging pada 24 Juli 2024 digelar pada pukul 10.00 Wib dan disiarkan secara langsung lewat Live Streaming.
“Sinematografi Teater dengan tema Tendi Karo Volkano adalah kegiatan penciptaan karya bertaraf nasional. Teater Rumah Mata yang menginisiasi program ini mendapat dukungan penuh dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi lewat Dana Indoensiana. Hal ini terbukti dengan antusiasme tinggi seniman-seniman lintas disiplin seni dari berbagai daerah di Indonesia yang ingin berperan serta dalam kegiatan ini. Sebagai warga Karo saya sangat bangga dengan agenda ini. Dan tugas saya sebagai promotor aktifitas budaya dan wisata menggemakan gaungnya bukan hanya Tingkat nasional, bahkan sampai internasional. Artis-artis Karo yang terlibat dalam proses penciptaan karya ini juga memiliki spirit yang sama. Budaya Karo Go Internasional,” ungkap Benson Adi Saputra Kaban sebagai promotor.
Persada Event Kreatif sebagai mitra Teater Rumah Mata dalam gelaran Penciptaan Karya Kreatif Inovatif Sinematografi Teater “Tendi Karo Volkano” telah melakukan berbagai langkah dan tahapan promosi agar kiranya kegiatan yang hendak menggali, menelaah hingga mengekspresikannya sebagai karya seni dapat dinikmati publik seluas-luasnya; dari desa-desa yang ada di Lembah sampai yang menghuni gedung-gedung tertinggi di dunia.
“Konsep Residensi Seniman yang digagas Teater Rumah Mata dalam proses penciptaan karya ini sangat brilian. Ini baru pertama terjadi di tanah Karo. Dalam proses residensi ini tentunya akan terjadi pembauran, berbagi pengalaman budaya masing-masing daerah dan semangat menyatukan gagasan dari perbedaan. Tentunya memiliki peluang menghasilkan maha karya. Saya yakin setiap seniman dan artis yang terlibat dalam proses penciptaan karya ini memiliki penggemarnya masing-masing. Selama ini teater bergerak di lingkaran mereka saja. Nah, dengan Sinematografi Teater Tendi Karo Volkano ada peluang teater bergerak ke seluruh lapisan Masyarakat. Saya yakin karya ini dapat berkembang lebih jauh, membesar dan digemari publik,” tambah Benson Adi Saputra Kaban penuh semangat.
Setelah Jacky Raju Sembiring memecah keheningan Gardu Pandang Tongging, giliran Tio Fanta Pinem menghangatkan angin dingin di Siosar pada Eksebisi Karya yang kedua, 25 Juli 2024. Penyanyi yang mencapai masa keemasannya di era 90-an ini akan menjemput para penggemarnya di tiga desa Siosar.
Desa-desa relokasi dampak letusan Gunung Sinabung ini digairahkan kembali lewat penampilan Tio Fanta Pinem berkolaborasi dengan aktor-aktor Teater Rumah Mata dan warga di Siosar. Selain Tio Fanta Pinem, Moses Pinem juga akan menggebrak panggung Eksebisi Karya dengan suara emas dan aksi panggungnya.
“Pada Eksebisi Karya Sinematografi Teater Tendi Karo Volkano kita akan mengembangkan konsep sajian. Selain para seniman Residensi dari berbagai daerah yang akan mempresentasikan proses penciptaannya, kita akan melibatkan Masyarakat Siosar berkarya lewat Garapan Teater Rumah Mata. Akan terjadi kolaborasi antara Tio Fanta Pinem, aktor-aktor Teater Rumah Mata, warga Siosar dan Seniman Residensi. Kami pastikan angin dingin Siosar berubah hangat dengan sajian ini. Saksikan penampilan ini pada 25 Juli 2024 pukul 20.00 Wib,” lanjut Benson Adi Saputra Kaban.
Pilihan lokasi Eksebisi Karya di Desa Relokasi pengungsi Sinabung sebagai Upaya untuk menata Kembali Kawasan Wisata Siosar dengan even-even budaya. Kesadaran membangun ekosistem pariwisata tidak hanya bisa mengandalkan keindahan panorama alam harus dibangun sejak dini. Wisata Siosar yang berada di Kawasan Gunung Sibuaten akan jalan di tempat perkembangannya bahkan bisa mati bila tidak melibatkan budaya dan seni-seni pertunjukan khas Karo. Sejatinya alam dan budaya yang tumbuh di dalamnya adalah satu kesatuan yang tak bisa dipisahkan.
Kesadaran itu yang menggerakkan Residensi Seniman Penciptaan Karya Kreatif Inovatif Sinematografi Teater Tendi Karo menjadikan Siosar sebagai satu titik Eksebisi Karya. Kemudian dari Siosar, seluruh seniman dan artis-artis Karo ini akan melakukan proses Latihan dan mini perform di wisata Danau Lau Kawar, Mari Pro, Gunung Sinabung.
Sebelumnya mereka akan kemah Bersama di Erdilo Coffee menikmati eksotisme matahari terbenam.
Tio Fanta Pinem akan beraksi kembali di Desa Lingga, Kecamatan Simpang Empat pada Eksebisi Karya yang ketiga pada 27 Juli 2024, pukul 20.00 Wib. Kehadiran Tio Fanta Pinem di Desa Lingga seperti pulang ke rumah karena begitu eratnya hubungan kekerabatan Tio Fanta dengan silsilah Sibayak Lingga di tanah Karo.
Seperti Eksebisi Karya sebelumnya, seniman-seniman yang terlibat dalam Residensi Penciptaan Karya Kreatif Inovatif ini pun akan mempresentasikan perkembangan proses kreatifnya di Jambur Desa Lingga. Di sini juga akan beraksi Mey Permata Tarigan, Moses Pinem, Jacky Raju Sembiring.
Eksebisi Karya keempat dihadirkan di Gedung Kesenian Taman Mejuah-juah, Berastagi pada 28 Juli 2024, pukul 14.00 Wib. Di sini artis-artis Karo; Tio Fanta Pinem, Jacky Raju Sembiring, Mey Permata Tarigan, Usman Ginting dan Bejeng Ginting tampil Bersama dalam satu panggung. Seniman-seniman residensi pun Kembali mempresentasikan perkembangan Penciptaan Karya Kreatif Inovatif Sinematografi Teater Tendi Karo Volkano.
“Kehadiran artis-artis Karo yang saat ini sedang viral dan banyak digemari baik generasi muda maupun tua sebagai salah satu strategi untuk mengembangkan informasi tentang proses Penciptaan Karya Kreatif Inovatif Sinematografi Teater “Tendi Karo Volkano”. Perjalanan proses penciptaan karya ini berlangsung di Kawasan Taman Gunung Api Karo yang akan ditampilkan di acara puncak proses penciptaan karya pada 10 Agustus 2024, pukul 16.00 – 22.00 Wib di Raja Berneh, Wisata Pemandian Air Panas Puncak DP, Desa Semangat Gunung, Kecamatan Merdeka, Karo. Di acara Puncak itu juga Artis-Artis Karo dan seluruh seniman residensi akan menampilkan Sinematografi Teater “Tendi Karo Volkano” yang dapat disaksikan secara offline maupun online,” jelas Benson Adi Saputra Kaban.
Menuju 21 Juli 2024, sekitar 25 hari lagi artis-artis Karo dan seluruh seniman lintas disiplin yang terlibat dalam Residensi Penciptaan Karya Kreatif Inovatif Sinematografi Teater Tendi Karo Volkano telah mempersiapkan diri untuk menjelajahi 6 gunung api di tanah Karo. (Rel)
Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaZRiiz4dTnSv70oWu3Z dan Google News Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News ya.